Sabtu, 06 Februari 2010

Tidak tunggu kaya

2 Korintus 8:14-15

8:14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
8:15 Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."

Kisah ini dimulai lima tahun lalu, ketika Jorge berjalan melewati satu perusahaan yang memproses makanan. Ia melihat mereka membuang bahan makanan ( dalam keadaan masih baik). Jorge lalu bertanya, jika ia bisa mengumpulkan orang yang membutuhkan makanan, maukah mereka memberikannya? Mereka mau.

Sejak itulah, Jorge dan ibunya memasak bahan2 yang disumbangkan oleh perusahaan tadi setiap malam sehabis pulang kerja. Kotak makanan dan gelas kertas dipakai untuk membungkus makanan2 yang telah disiapkan oleh Jorge dan ibunya.

Menggunakan mobilnya sendiri, Jorge lalu membawa semua makanan ini ke tempat yang sudah ditentukan setiap harinya, di Roosevelt Avenue. Dan disanalah, tidak kurang dari 110 orang mengantri setiap harinya, menantikan makanan yang dibawakan oleh Jorge. Mereka ini adalah orang2 yang hanya bisa makan 1 kali setiap hari dan rela mengantri dibawah cuaca yang sangat dingin untuk bertemu Jorge.

Orang - orang ini tidak punya rumah, dan pekerjaan. Sejak krisis menghantam Amerika, semakin banyak pengangguran. Terutama para imigran asing. Jorge pun dulunya imigran. Ibunya yang bekerja sebagai tukang bersih2, mengirimkan uang setiap bulannya untuk keluarganya di Kolombia. Lalu ketika beranjak remaja, Jorge ikut menyebrang ke Amerika, mendapatkan pekerjaan di salah satu sekolah lalu menjadi warga Amerika. Saat ini, Jorge dan ibunya tinggal di sebuah rumah kecil di pinggir kota New York.

Jamie Oliver, Jorge, dan para imigran

Berikut wawancara dengan Jorge :
Apa tantangan yang kau hadapi ?
Hari demi hari yang menjadi tantangan adalah memiliki cukup uang untuk melaksanakan misi ini, dan juga memiliki makanan yang cukup untuk diberikan kepada lebih dari 110 orang yang menungguku setiap malam.


Apa yang memotivasimu untuk bekerja sedemikian keras setiap harinya?
Tuhanlah yang menjadi guideku dan memberiku kekuatan untuk meneruskan misi-Nya. Hal lain yang memotivasiku adalah, aku ingin membagikan apa yang kumiliki kepada mereka yang membutuhkan. Kalau kau berbagi, maka kau akan "OK" dengan Tuhan.


Kapan terakhir kali kau berlibur ?
Liburan terakhirku adalah 5 tahun lalu ketika aku belum memulai misi ini.


Apakah orang yang kau tolong menghargai apa yang kau lakukan?
Yes, dengan senyum lebar mereka selalu berkata, "Terima kasih Kolombia" dan "Tuhan memberkatimu." Mereka juga berkata, "Aku akan bertemu kamu besok, dan jika bukan karena kamu, aku tidak akan punya apapun untuk dimakan."


Apakah ada yang membantumu dan keluargamu ketika kau tiba di Amerika?
Tidak, tapi ibuku disini, dan kami mendukung satu sama lain, kami bertiga.


Apakah kau hanya membantu imigran atau ada juga tuna wisma yang kau bantu ?
Iya, ada juga para tuna wisma yang kubantu.


Kau bergantung pada kebaikan dan donasi dari yang lain, bagaimana orang2 ini tahu tentang kamu?
Mereka menemukanku lewat tv, internet, koran. Kadang2 orang pun sengaja melintasi Roosevelt avenue dan melihat apa yang kulakukan.


Apakah kau tahu orang lain yang melakukan hal sepertimu di kota ini?
Tidak setiap malam.


Kalau ada 3 permintaan yang bisa kau ajukan, apakah itu?
Pertama aku ingin tetap sehat dan terus melakukan misi yang diberikan Tuhan ini.
Kedua, aku ingin mendedikasikan diriku untuk melakukan misi ini sebagai full - time job, dan tidak hanya memberikan kepada mereka makan malam, tapi juga sarapan.
Ketiga, aku berharap punya tempat lebih besar dimana aku bisa masak, menyimpan, dan alat2 lain yang kuperlukan untuk misi ini.


Jorge termasuk salah satu imigran yang diliput dalam acara koki terkenal, Jamie Oliver ( Jamie Oliver's American road trip)

sumber : Jamieoliver's official site

Tidak ada komentar:

Posting Komentar