Senin, 08 Februari 2010

Sebuah surat dari Bapa

anak-Ku.....
Saat kau bangun di pagi Hari,

Aku memandangmu

Dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku,

Walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku
Atau
Bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal indah

Yang terjadi di dalam hidupmu kemarin,

Tetapi..........

Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri

Untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti..... .
Saat engkau sedang bersiap,

Aku tahu akan Ada sedikit waktu bagimu
Untuk Berhenti Dan menyapa-Ku,

Tetapi engkau terlalu sibuk.
Di satu tempat,

Engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit
Tanpa Melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau ingin berbicara kepada-Ku,

Tetapi.......

Engkau berlari Ke telepon Dan menelepon seorang teman

Untuk mendengarkan gosip Terbaru.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja

Dan Aku menanti dengan sabar sepanjang Hari.
Dengan semua kegiatanmu,

Aku berpikir engkau terlalu sibuk

Untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku.

Sebelum makan siang

Aku melihatmu memandang kesekeliling,

Mungkin engkau merasa malu

Untuk berbicara kepada-Ku,

Itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu

Dan melihat beberapa temanmu berbicara kepada-Ku

Dengan lembut sebelum mereka makan,

Tetapi Engkau tidak melakukannya.

Tidak apa-apa..... .
Masih Ada waktu yang tersisa,

Dan Aku berharap engkau akan berbicara Kepada-Ku,

Meskipun saat engkau pulang ke rumah

Kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan,

Engkau menyalakan Televisi,

Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak,
Hanya saja engkau selalu ke sana

Dan menghabiskan banyak waktu setiap Hari di depannya,

Tanpa memikirkan apapun

Hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar

Saat engkau menonton TV

Dan menikmati Makananmu

Tetapi kembali kau tidak berbicara kepada-Ku.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,

Kau melompat ke tempat tidur Dan tertidur tak lama kemudian.
Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari

Bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkanmu

Bagaimana bersabar terhadap orang lain.
Aku sangat mengasihimu,

Setiap Hari Aku menantikan sepatah kata, DOA
Atau pikiran atau syukur dari hatimu.
Baiklah... Engkau bangun kembali Dan kembali.

Aku akan menanti dengan penuh kasih

Bahwa Hari ini kau akan memberi-Ku sedikit waktu.


Semoga harimu menyenangkan.

ttd

Bapa sorgawimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar