Rabu, 30 Juni 2010

Renungan untuk semua Ayah & Suami

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya2, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur.

Oh, aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar2 terkuras.

Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat!Aku membuka selimut dan disanalah sumber masalahnya sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, denganpukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan,dia hanya memberi penjelasan singkat:"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka
aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya dibawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang.

Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya, Saya minta maaf Dad "Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan
menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak.
Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku
pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya disebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira.

Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan,"Aku minta maaf, Dad". Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara"pertunjukan bakat"yang diadakan oleh sekolah, karena yang diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang kerumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri dikamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga.

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang. Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.Mereka menelpon saya dengan
marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.

Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf :"Maaf, Dad".
Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasanny a melakukan itu.Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang.

Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, ditengah isak-tangisnya, adalah :"Surat-surat itu untuk mommy".Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya:"Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yang sama?

"Jawaban anakku itu: "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan, Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada disurga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan
sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak.

Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu. Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur "Mommy sayang", Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara
"Pertunjukan Bakat" di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir dipertunjukan tersebut, Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game disalah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelahmenemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis dikamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda?

Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu
setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikan posisinya.

Semoga kita semua bisa mempelajari dan menelaah dari cerita tersebut.
Selengkapnya...

Senin, 28 Juni 2010

Ketika kesabaran diuji

Kisah ini diambil dari sebuah cerita kuno di masa lampau. Terjadi di sebuah pedesaan yang sepi penduduk. Walaupun ada rumah-rumah di daerah itu, namun seperti halnya pedesaan, tidaklah ada yang bisa dibanggakan disana kecuali udara yang segar dan suasana tenang dan sepi.

A Lai adalah seorang lelaki tua yang telah bertahun-tahun ditinggal istrinya yang sudah meninggal. Bersamanya hiduplah seorang anaknya yang dengan susah payahnya berhasil dibesarkan dari uang hasil bekerja di sebuah restoran di pinggir kota. Anak gadisnya bernama Yi Ling. Cantik, baik dan sopan. Tapi A Lai sudah terlalu tua untuk pergi ke kota dan bekerja di restoran. Kini dia sudah pensiun dan tinggal di rumah dengan anak gadisnya yang telah berangkat dewasa.

Sebagai anak yang berbakti dan tahu membalas budi orang tuanya, setelah lulus sekolah, Yi Ling memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya lagi. Tetapi dia memilih untuk bekerja di restoran tempat ayahnya pernah bekerja. Namun baru bekerja beberapa bulan, dia pun memilih berhenti dan menjaga ayahnya yang sudah sangat tua dan sering sakit-sakitan itu.

Untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya, Yi Ling membuka sebuah warung kecil-kecilan dari uang hasil kerjanya di restoran dan sebagian tabungannya. Dengan begitu, Yi Ling pun bisa menjaga ayahnya.

Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Tak terasa sudah hampir 1 tahun mereka hidup serba berkekurangan seperti itu. Penyakit ayahnya makin hari makin parah. Walau begitu, Yi Ling tak pernah lupa berdoa kepada Tuhan setiap harinya agar Tuhan bisa membukakan jalan kepada mereka.

Suatu hari, datang seorang lelaki tua gelandangan ke dusun itu. Pakaiannya kumal, robek disana sini, compang camping dan lusuh. Wajahnya hitam dan penuh dengan kotoran dan debu, serta jenggot dan jambang yang tak terurus. Tak bisa lagi ditaksir berapa sebenarnya usia lelaki itu dikarenakan penampilannya yang lusuh tersebut.

Dari satu rumah ke rumah lain, gelandangan itu meminta-minta. Pada waktu itu hari sudah mulai masuk malam. Tak ada satupun rumah yang mau membukakan pintu untuknya masuk. Wajarlah bila melihat keadaannya yang berantakan dan tak terurus itu.

Tapi berbeda dengan Yi Ling. Tak tega melihat lelaki tua itu berjalan tak tentu arah, diapun lantas meminta ijin kepada ayahnya untuk membiarkan lelaki itu mampir ke warungnya untuk beristirahat walau hanya sesaat. Ayahnya memperbolehkannya. Dan Yi Ling pun mempersilakan lelaki tua itu duduk di luar, sementara dia masuk mengambil minum untuknya.

Tapi lelaki tua itu tidak lantas duduk di luar. Dia dengan seenaknya melangkah masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi balai di ruang tamu tersebut. Terkejut A Lai melihat tindakan kurang ajar lelaki tua itu. Namun dia mencoba menghibur diri karena berpikir jikalau dirinya seperti lelaki tua itu, mungkin dia pun akan melakukan perbuatan yang sama.

Pembicaraan terjadi beberapa saat ketika Yi Ling keluar membawakan minum dan sedikit makanan.

"Bapak hanya berdua di rumah ini?" tanya lelaki tua itu. A Lai mengangguk.
"Dan gadis cantik itu putrimu?" sambung lelaki tua itu lagi.
A Lai mulai dilanda pikiran tak menentu. Masuk rumah orang seenaknya masih didiamkan, malah mencoba mencari tahu keadaan keluarga. Namun dia masih bersabar dan menjawab, "Ya, dia putriku, anakku satu-satunya."

"Hmm... cantik ya..." kata si gelandangan itu lagi. Hal mana semakin membuat A Lai kesal. Namun dia masih bisa bersabar.

"Silakan dinikmati, Pak. Ini seadanya yang kami punya." kata Yi Ling pada saat menghidangkan minum padanya. Tanpa banyak bicara lagi, gelandangan tua itupun makan dengan lahapnya.

Sepiring kue-kue ringan dan segelas air ludes sudah dilahapnya. Sambil mengelap mulut dengan punggung tangannya, dia menatap A Lai dan putrinya. "Makanan yang lezat. Wah, tapi aku masih lapar nih. Masih ingin makan lagi. Kalian ada nasi?"

Pertanyaan itu membuat A Lai dan Yi Ling terhenyak dan mereka saling pandang satu sama lain. Beberapa detik kemudian, A Lai menjawab. "Ada. Tapi mungkin tidak begitu banyak."

"Keluarkan saja. Aku lapar nih. Sudah 3 hari tidak makan." jawab lelaki tua itu seenaknya.

Walau berat hati, tapi A Lai meminta Yi Ling menyajikan nasi yang hanya sisa 2 piring untuk jatah makan mereka berdua malam itu.

"Sayurnya mana??" tanya si gelandang tua itu lagi.

Lagi-lagi dengan berat hari, A Lai meminta Yi Ling menyajikan kepada gelandangan tua itu.

Setelah selesai makan, gelandangan itu pun berdiri dan merenggangkan otot. "Aku kenyang. Belum pernah aku makan seenak ini." katanya sambil mengusap-usap perutnya. Lalu dia berhenti dan menatap A Lai. "Boleh aku menumpang mandi?"

Pertanyaan itu membuat A Lai terbelalak. Namun dia mencoba bersabar, dengan harapan, setelah selesai mandi, gelandangan tua itu akan pergi dan mereka bisa beristirahat.

"Tapi aku mau putrimu ini yang tunjukkan dimana kamar mandinya ya..." katanya lagi. "Sekalian siapkan aku handuk dan air hangat ya... Kata orang, segar rasanya mandi air hangat setelah makan kenyang begini."

Dengan menahan kesabaran yang sudah mulai menipis, A Lai meminta Yi Ling mengantar dan menunjukkan letak kamar mandi. Sementara si gelandangan tua itu mandi, A Lai dan putrinya menunggunya di ruang tamu sambil menahan amarah.

Cukup lama juga gelandangan tua itu mandi dan ketika dia selesai dan keluar dari kamar mandi, waktu sudah menunjukkan hampir jam 9 malam. A Lai dan putrinya menghela nafas lega dan berharap itulah waktunya mereka bisa beristirahat begitu si gelandangan tak tahu diri itu pergi.

"Wah.... asyik juga rasanya. Segar sudah badanku. Sekarang waktunya berisitirahat. Pasti cepat pulas ya kalau tidur dalam keadaan segar begini." kata gelandangan tua itu. A Lai dan Yi Ling mengernyikan dahi bingung.

"Dimana kamar putrimu?" tiba-tiba gelandangan itu bertanya sambil memandangi mereka berdua.

"Kenapa ya??" tanya A Lai yang sudah mulai kesal.

"Aku mau tidur disana. Kamar perempuan biasanya harum dan lembut." jawab si gelandangan.

A Lai sesaat ingin sekali mengusir gelandangan tua itu. Tapi lagi-lagi dia bersabar karena dia melihat gelandangan tua itu hampir tak beda dengan dirinya. Beruntung dia masih ada putri dan dirawat olehnya, sedangkan lelaki tua di hadapannya, sudah tak ada rumah, tak ada pula yang merawatnya. Terbayang olehnya kalau lelaki tua itu adalah dirinya.

Akhirnya A Lai merelakan kamar Yi Ling untuk dijadikan tempat tidur si gelandangan tua itu. Dan si gelandangan itupun masuk sambil tersenyum
terkekeh.

"Oh ya, masih ada yang kurang." katanya dengan membalikkan badannya. Membuat A Lai dan Yi Ling terperangah.

"Ada apa lagi, Pak?" tanya Yi Ling.

"Ini kamarmu kan?" tanya pak tua gelandangan itu. Yi Ling mengangguk.

"Dimana kamu akan tidur kalau aku tidur di kamarmu?" tanya pak tua itu lagi.

"Aku bisa tidur di ruang tamu." jawab Yi Ling.

"Hah!! Anak gadis tidur di ruang tamu? Itu tidak baik!!" kata si pak tua itu.

"Ya, dia akan tidur di kamar saya, biar saya yang tidur di ruang tamu saja, Pak." jawab A Lai.

"Hah!! Orang tua seusiamu tidur sendiri di ruang tamu? Itu tidak baik!!" kata pak tua itu lagi.

A Lai dan Yi Ling semakin kebingungan. Sementara gelandangan tua itu terkekeh.

"Aku mau putrimu malam ini tidur denganku!!" kata gelandangan tua itu.

"Hah!!" ganti A Lai dan Yi Ling yang terbelalak dan terkejut. "Tidak mungkin!"

"Mana bisa begitu??" jawab A Lai.

"Ya, kalau begitu aku akan terus tinggal selamanya disini." jawab gelandangan tua itu sekenanya. Kecuali kalau aku diperbolehkan tidur sekamar dengan putrimu ini, dan aku akan pergi besok pagi."

"Hah!!" lagi-lagi A Lai dan Yi Ling terkejut mendengarnya.

"Ya sudah. Aku tak pernah mengubah keputusanku lho..." kata gelandangan tua itu.

"Ayah, tak apalah, aku sudah besar dan bisa menjaga diriku sendiri. Percayalah ayah." jawab Yi Ling. Sepertinya dia juga sudah putus asa melayani gelandangan yang tak diri dan keras kepala itu.

Akhirnya A Lai, dengan was-was harus merelakan putrinya tidur sekamar dengan gelandangan tua itu malam itu.

"Pokoknya kalau ada suara jeritan, aku akan masuk dan bertindak." kata A Lai dalam hati.

Waktu berlalu. Tak terasa malam pun lewat tanpa ada kejadian apa-apa. Tidak ada suara jeritan Yi Ling. Yang terdengar hanya suara dengkuran si gelandang tua itu saja.

Keesokan paginya, tahu-tahu Yi Ling menjerit dan berlari keluar dari kamar. Ayahnya terkejut dan keluar dari kamarnya dengan sebuah golok di tangan. Dilihatnya Yi Ling berlari keluar dengan wajah kebingungan.

"Yi Ling, apa yang terjadi? Apa yang dia lakukan padamu?" tanya A Lai yang tergopoh-gopoh beranjak ke kamar.

"Ayah, lelaki tua itu tak ada disini. Dia menghilang!!" kata Yi Ling.

"Menghilang?" tanya A Lai tak percaya.

"Iya, Ayah. Dia menghilang. Aku tertidur dengan pulas dan aku tahu dia tidak macam-macam kepadaku. Dan pada waktu aku bangun dan membuka mataku, ayah, pasti tak akan percaya..." kata Yi Ling bersemangat.

"Ada apa?" tanya A Lai.

"Aku menemukan ini di tempat tidurku, Ayah, persis dimana dia tidur semalam." kata Yi Ling sambil menunjukkan sebatang logam berwarna kuning menyilaukan di tangannya.

"Astaga! Ini kan emas!!" kata A Lai. "Tak kusangka lelaki itu orang kaya. Mungkin dia mau membayar apa yang kita berikan padanya dengan emas ini. Tapi...."

"Ayah... apa benar dia kaya? Kalau dia kaya, dia takkan lagi mengemis dan minta-minta seperti itu kan?"

"Iya ya....benar juga... jadi dia siapa?" A Lai menggaruk-garuk kepalanya yang penuh dengan uban itu.

"Ayah, yang ada di tempat tidurku bukan hanya emas ini saja. Masih ada lagi beberapa batang lainnya dan juga selembar surat ini." kata Yi Ling.

"Selembar surat?" kata A Lai dan karena dia buta huruf, lantas dia meminta putrinya untuk membacakan untuknya.

"A Lai. Terima kasih atas kebaikan yang telah kalian berikan pada saya semalam. Saya tahu kalian keluarga tak berada dan Yi Ling tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan diri Anda. Yi Ling, anak yang berbakti. Tuhan mengabulkan doanya dan mengutus saya datang kesini membantu kalian. Sengaja saya memberikan ujian kepada kalian berdua karena saya ingin tahu apa kalian pantas mendapatkan bantuan dari buah kesabaran kalian. Dan ternyata kalian lulus. Selamat ya. Pergunakanlah pemberian saya itu sebaik-baiknya dan ingatlah selalu berjalan di jalan Tuhan."

Air mata A Lai menetes mendengar itu semua. Yi Ling pun tak kuasa menahan titik air matanya jatuh dan membasahi kertas surat itu. Segera saja kedua insan itu berjalan keluar rumah, dan bersujud di bawah langit sambil menangis terharu. Ketika mereka berpelukan, air mata mereka masih berderai.

"Tuhan bukan tidak mendengar doa kita. Percayalah DIA pasti menjawab semua doa kita. Hanya kita tidak pernah menyadari kapan atau bagaimana DIA akan menjawab doa kita tersebut. Selama dalam hati kita ada iman kepada-NYA, selama itu pula, kita akan selalu diberkati dan dibantunya."

Mudah-mudahan kisah kuno ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

NOTES SDR.Kazfelinus li
Selengkapnya...

Sabtu, 26 Juni 2010

Kasihi ibumu

Sebuah kisah yang menjadi refleksi buat diri kita. Suatu saat di sebuah desa di Jepang ada tradisi anak akan membuang orang tua mereka yang sudah uzur ke hutan.

Alkisah, suatu hari seorang pria berjalan tertatih-tatih karena membopong seorang wanita tua ke hutan untuk dibuang. Wanita tua itu ad...alah ibu kandungnya sendiri. Ketika pria itu menggendong ibunya ketengah hutan, disepanjang perjalanan sang ibu mematahkan ranting-ranting kecil yang bisa digapainya. Setelah sampai ditengah hutan, pria itu menurunkan ibunya sembari berkata: “Bu, kita sudah sampai.”

Sebenarnya pria itu bergumul dengan perasaan sedih dihatinya, tetapi entah kenapa dia tega melakukannya. “Nak, Ibu sangat mengasihimu. Sejak kau kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang Ibu miliki dengan tulus, bahkan sampai detik ini. Ibu tidak ingin engkau tersesat saat pulang nanti, karena itu tadi Ibu mematahkan ranting-ranting kecil disepanjang jalan. Ikutilah patahan ranting itu maka engkau akan sampai dirumah dengan selamat.” Demikian pesan si Ibu sambil memberikan pelukan untuk yang terakhir kalinya. Mendengar itu, hati si anak menjadi hancur, ia tak bisa lagi membendung air matanya. Sambil menangis ia memeluk ibunya sangat erat. Kemudian digendongnya wanita tua itu untuk dibawa pulang. Konon, pria itu merawat ibunya dengan penuh kasih sampai ajal memanggil ibunda tercinta. Ketulusan kasih seorang ibu tidak berubah!

Kisah ini menjadi peneguh bagi kita bahwa kasih sayang seorang ibu tidak pernah berubah, meskipun seorang anak tega berbuat jahat kepada wanita yang sudah mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkannya. Di zaman ini, tidak sedikit kita menjumpai kejadian yang demikian. Memang sudah tidak ada lagi anak yang membuang orang tuanya ketengah hutan, tetapi ada banyak anak yang sibuk mengurus bisnis atau kehidupannya sendiri dan membiarkan orang tuanya menjalani hari tuanya dalam kesepian yang tidak bertepi. Ada pula anak yang karena tidak mau susah malah memasukkan orang tuanya ke panti jompo, dan jarang sekali pergi membesuknya.

Dulu waktu kita kecil, orang tua kita juga sibuk mencari nafkah yang akan digunakan untuk membeli susu, pakaian dan biaya sekolah kita, tetapi mereka tetap merawat kita. Tentu akan lebih mudah dan tidak merepotkan jika mereka menitipkan kita untuk diasuh serta dibesarkan dipanti asuhan atau dirumah singgah, tetapi mereka tidak melakukannya karena mereka mengasihi kita dengan tulus. Mengapa kita tidak memberikan cinta yang sama besarnya dengan cinta yang sudah kita terima dari mereka selama puluhan tahun?

Seharusnya kasih itu menular, lalu mengapa kasih orang tua itu tidak menular kepada kita? Mungkin karena kita terlalu egois dan tidak mau direpotkan. Mulai hari ini baiklah kita belajar untuk menghormati ibu, bapak atau mertua kita sepenuh hati. Lakukanlah, karena ada berkat khusus bagi orang yang menghormati orang tuanya!

Salam Sejahtera.
Selengkapnya...

Kamis, 24 Juni 2010

Jangan kalah atas masalah

“ Kemudian ia ingin mati, katanya: ‘Cukuplah itu ! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.’” 1 Raja-Raja 19:4b

Di masa-masa sukar seperti sekarang ini banyak orang mengalami tekanan hidup yang sangat berat, sehingga mereka menjadi frustrasi, kecewa, dan putus asa. Kondisi inilah yang dimanfaatkan Iblis untuk membisikkan hal-hal negatif ke telinga mereka. Banyak orang Kristen yang dapat berkata, “ Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” ( Filipi 4:13 ). Namun, firman itu tidak terukir di dalam hatinya sehingga ketika kesulitan atau permasalahan datang mereka pun lupa akan firman itu. “ Segala perkara dapat kutanggung.. .” bukanlah karena siapa kita ini, tapi karena kita memiliki Dia yang lebih besar di dalam kita, yang memberi kekuatan kepada kita.

Pengalaman hidup Elia dapat kita jadikan pelajaran yang sangat berharga. Di atas gunung Karmel ia mengalami kemenangan yang begitu gemilang atas nabi-nabi Baal. Ia berhasil membunuh 450 orang nabi Baal. Dan ketika Izebel mendengar bahwa Elia telah membunuh semua nabi Baal, Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan sesuatu kepada Elia, “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.” ( 1 Raja-Raja 19:2 ). Ternyata, ancaman Izebel ini menjadi 'senjata' efektif untuk melemahkan Elia, padahal Elia adalah seorang nabi Allah yang besar dan baru saja mengalahkan semua nabi Baal dengan pertolongan kuasa Allah yang luar biasa. Hanya karena mendengar ancaman Izebel Elia menjadi tawar hati. Ia mengalami ketakutan yang luar biasa, melarikan diri ke padang gurun dan duduk di bawah pohon serta berkata, “ Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku,...”

Peristiwa ini tak ubahnya seorang Kristen yang baru saja mengalami pertolongan dan keajaiban Tuhan serta menang dalam peperangan iman, lalu Iblis kembali menyerang dengan pencobaan kecil. Kita yang seharusnya tetap berdiri kuat malah menjadi panik, takut dan ragu akan kuasa Tuhan !

Kita memiliki Yesus yang luar biasa dan Mahasanggup. Tidak ada alasan untuk kalah karena masalah yang ada !
Selengkapnya...

Selasa, 22 Juni 2010

Doa, doa, berdoa

Tokoh seperti Hudson Taylor, Martin Luther n Corrie Tenboom, mungkin kita sudah kenal. Dan apakah kita tahu mengapa mereka bisa dipakai Allah secara luar biasa ? Salah satu kunci kesamaan mereka adalah : "KEHIDUPAN BERDOA" yang luar biasa. Corrie berkata : iblis tersenyum ketika Anda mengatur rencana, ia tertawa jika Anda terlalu sibuk, tetapi iblis gemetar saat Anda berDOA. Hudson mengatakan: jangan melakukan konser dulu, baru memeriksa alat musik Anda. Artinya : mulailah setiap hari bersama Allah. Martin Luther berkata: begitu banyak yang harus saya kerjakan hari ini, maka saya menggunakan 3 jam pertama saya untuk berDOA.

Saudaraku, kita tidak dapat hidup tanpa "DOA". tanpa DOA hidup rohani kita menjadi lemah. DOA menembus batas ketidakmungkinan dan kemustahilan.

Kemampuan kita terbatas. Tanpa DOA, kita tidak dapat berbuat banyak. Sebab itu marilah kita mulai hari ini dg DOA.
Yakobus 5:13-18.

Tuhan memberkati kita sekalian.
Selengkapnya...

Senin, 21 Juni 2010

Keindahan cinta

Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah Anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita berjalan lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibunda Anda. Kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta itu…
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak,
Sahabat, Semuanya…

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata… “betapa lelahnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya …
Selengkapnya...

Jumat, 18 Juni 2010

Yang menguras energi

Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu - Amsal 3:21

Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka, yang sebenarnya sangat sederhana. Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10 kali bagi orang yang menjawab benar. Spontan si terhukum memprotes. Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!"

Tentu saja itu hanya cerita rekaan. Hikmah dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untukhal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau kolega.Berdebat atau bertengkar untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya kita mengalah untuk perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. Mengalah bukan berarti kalah, bukan? Untuk itu kita perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana. Seperti kata Amsal 3:21, "...janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu." Memang tak mudah. Kita hanya dapat melakukannya dengan hati bersandar kepada Tuhan (ayat 26), hingga kita pun berjalan dengan aman, tanpa terantuk (ayat 23)
Selengkapnya...

Rabu, 16 Juni 2010

Meredakan kemarahan

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26)

Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? "Sederhana!" kata mereka. "Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik.

Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan."

Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Mazmur 37 ditulis bagi orang muda yang panas hatinya ketika melihat orang-orang jahat sukses. Mereka berbuat curang (ayat 1), melakukan tipu daya, tetapi hidup lebih berhasil ketimbang dirinya yang hidup lurus (ayat 7).

Kemarahan pun muncul. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, pemazmur menasihatinya untuk berhenti marah (ayat 8) dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan (ayat 5). Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan (ayat 10,11). Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.

Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda!

KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT
Selengkapnya...

Senin, 14 Juni 2010

Bahaya kekeringan rohani

Ada sebuah pertanyaan klasik, Mengapa Tuhan mengizinkan umat-Nya yang sedang berjalan di padang gurun berulang kali mengalami kekurangan air? ( lih. Kel. 15:23, Bil. 20:2), Apakah TUHAN tidak tahu bahwa air merupakan kebutuhan vital yang harus dipenuhi tepat pada waktunya, lalu bagaimana dengan anak-anak yang mengalami dehidrasi?

'Pasti' sebagian besar dari kita akan menjawab, Agar mereka belajar bersandar penuh kepada Dia. Jawaban yang tepat, namun terlalu cepat! he..he..

Sekali lagi, lewat kisah ini, kita melihat umat Tuhan yang bertingkah laku bukan sebagai umat beriman. Wajar sekali bila orang mengalami kehausan karena kekurangan air saat berada di padang gurun yang gersang. Akan tetapi, bukankah mereka sudah beberapa kali melihat bagaimana Tuhan menghantar mereka melewati padang kesulitan? Bukankah mereka sudah mengalami sendiri bagaimana Tuhan memelihara mereka dengan cara-Nya yang ajaib? Sayang sekali mereka bebal. Perhatian mereka hanya tertuju pada penderitaan yang akan mereka hadapi di padang gurun. Mereka tidak mau bila kondisi di gurun jauh lebih buruk daripada kondisi mereka ketika masih di Mesir. Di Mesir mereka dapat menikmati makanan secara berkelimpahan. Celakanya mereka lupa bahwa di Mesir mereka tidak merdeka karena secara fisik maupun mental, mereka adalah budak dari Firaun. Di balik keluh kesah tentang kedahagaan jasmani, sebenarnya mereka mengalami kedahagaan yang jauh lebih mengerikan yaitu, kerohanian yang dahaga. Kekeringan rohani membuat mereka tidak mampu melihat dan merasakan kehadiran Tuhan yang seharusnya menyegarkan hidup.
Dunia sekarang ini adalah dunia dengan gejala kekeringan dan kedahagaan rohani luar biasa. Buktinya adalah kebangkitan agama dan aliran kepercayaan, maraknya tempat-tempat hiburan, pengejaran terhadap status, kekayaan, dan kemewahan. Yang celaka tentu kalau orang Kristen sendiri terjebak ke dalam situasi ini. Sebagai anak-anak Tuhan, mari segarkan rohani kita dengan mendekatkan diri kepada Dia lewat persekutuan yang intim dalam firman dan doa. Jika berbagai tanda kekeringan rohani Anda rasakan kini, akuilah kepada Tuhan. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk merasakan Tuhan memuaskan dahaga Anda.
Selengkapnya...

Sabtu, 12 Juni 2010

Empat prinsip hidup

Setiap hari kita berinteraksi dengan begitu banyak orang. Di keluarga, di tempat kerja, di sekolah, atau dimanapun kita akan membuat hubungan dengan begitu banyak orang. Tidak jarang, tiba-tiba timbul persoalan atau juga konflik dalam hubungan kita dengan orang lain. Tapi, itulah hidup! Namun, bagaimana kita menyikapi konflik tersebut? Apakah kita percaya bahwa Tuhan bisa memakai orang-orang di sekitar kita, bahkan yang sedang berkonflik dengan kita, untuk membentuk karakter dalam hidup kita? Jika kita ingin memaknai hidup dengan cara seperti itu, kita perlu 4 prinsip hidup berikut dalam berhubungan dengan orang lain :

1. Jagalah hati. Firman Tuhan berkata : " Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Ketika kita menerima kata-kata atau perlakuan yang menyakitkan, jagalah hati. Jika kita bisa menjaga kondisi hati kita untuk tidak mudah terpengaruh emosi dan tindakan orang lain, kita akan mampu melepaskan pengampunan dan lepas dari belenggu sakit hati.

2. Jagalah perkataan. Kita tidak hanya perlu memperhatikan apa yang kita ucapkan, tetapi juga cara mengucapkannya. Ada kalanya hanya karena salah ucap, atau nada suara dan ungkapan sinis bisa memancing sebuah pertengkaran. Hindarilah perkataan-perkataan yang tajam dan tidak perlu.

3. Jangan ungkit kegagalan masa lalu. Ingat, mungkin kita sedang bicara dengan orang yang pernah gagal di masa lalu. Daripada mengungkit-ungkit masa lalu yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, lebih baik membicarakan hal-hal yang sekarang.

4. Jangan menunjukkan perkataan yang sombong. Tidak perlu memuji diri karena sebuah perbuatan yang pernah kita lakukan. Sikap rendah hati adalah kunci dalam menjalin komunikasi yang positif. Belajarlah untuk bersukacita ketika orang lain menerima pujian, sekalipun saat itu kita pun layak menerimanya.

Belajarlah setiap hari untuk mendatangkan damai sejahtera bagi setiap orang.

" ...sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. "
( 1 Tesalonika 4 : 12 )
Selengkapnya...

Kamis, 10 Juni 2010

Kenapa, Bapa?!

WHY?? kata yg sering muncul saat kita ingin tahu tentang sesuatu. Pertanyaan itu juga yg sering kita tanyain saat ada masalah. Misalnya, saat byk masalah, terus kita mengeluh "Bapa, kenapa sih ini terjadi padaku?", "kenapa sih dia bisa, aku gak bisa?". Dan akhirnya kita akan bilang GAK ADIL.
Apakah Anda benar-benar yakin bahwa Tuhan itu tidak adil? Padahal bukan karena gak adil, tapi karena kita yang terburu-buru sama keinginan duniawi kita. Mungkin kita suka atau pernah berdialog dengan Bapa seperti di bawah ini:

Aku :Bapa, kenapa sih dia jahat sekali sama aku? dia mengkhianati cintaku,
kan aku sayang sekali sama dia

Bapa : AnakKU, Aku melakukan ini BUKAN untuk menyakitimu, Aku hanya
ingin MEMBERI mu yang terbaik

Aku :Bapa,bagiku dia sudah yg terbaik,dia sangat sayang sama aku,dia juga
selalu stand by setiap saat klu aku mau pergi kemana-mana, tapi
kenapa mudah sekali dia tinggalkan aku,aku tdk mau kehilangan dia, ini
tdk adil Tuhan, aku sdh pelayanan bareng dia, tapi sekarang kemana-
mana aku harus sendiri.. Ughhhhh

Bapa : Pernahkah berpikir kamu telah MENYAKITIKU, My Lovely. Kamu tau,
kamu telah memBERHALAkan dia, kamu trlalu TERGANTUNG sama
dia, dan kamu LEBIH memandang dia. Yg Aku harapkan, kau tetap
MENGUTAMAKAN AKU dalam hidupmu. Wanita itu hanya "berkat" yang
kuberi padaMU,kubiarkan dia menyayangimu, karena Aku juga ingin kau
merasakan dicintai, “tapi apa kau pernah berpikir akan kehilangan dia?
karena Aku pun tak ingin kehilanganmu,” jadikan AKU LANDASAN
cintamu,bukan EGO mu untuk mencintai dia

Aku : Bapa,apa Kau ijinkan ini terjadi,utk menguji kesetiaanku padaMU,
“aku sadar Bapa, aku slalu bilang setia sampai mati padaMu,padahal
dihatiku aku telah memberhalakan dia.” Ampuni aku Tuhan, apa yg jadi
mauMu itulah yang terbaik buatku, aku tau, sekarang aku disini, inilah
yang terbaik buatku

Bapa : Hmmmmmm....anak-Ku, jadikan AKU yang PERTAMA dalam hidupMU,
dan RENCANAKU adalah rencana yang TERBAIK, asal kamu mau
tetap BERJALAN di JALANKU. Oke?

Aku : Yes Sir... aku mau, biarlah dia menjadi masa laluku, aku tau Kau
mengijinkanku bertemu dan menjadikan dia bagian cerita cintaku,
karena Kau ingin mempertemukan dan menyatukan aku dengan orang
yang tepat seperti dalam rencana-MU..Love U GOD..

Bapa : Love u toooo

Saya : Eits..Bapa , satu lagi..kapan ya aku ketemu jodohku?

Bapa : AnakKU apapun masalahmu, apapun yang membuatmu merasa
gak adil, apapun yang membuatmu protes sama Tuhan. Satu hal,
“ujung-ujungnya kembali saja sama rencana-Ku,” pasti akhirnya HAPPY
ENDING. Daripada repot-repot dan menghabiskan waktu buat protes,
lebih baik MENGUCAP SYUKUR selalu atas setiap perkara dalam
hidup kita. “Masalah yang ada akan mendewasakan cara berpikir kita.”

Saya : SEMANGAT!! Indah rencanaMU Bapa didalam hidupku. Bersyukur
selalu bagi kasihMU, didalam hidupku.

UTAMAKAN BAPA BUKAN MANUSIA,KELUARGA,HARTA BENDA,PEKERJAAN/BISNIS,KARIER,HOBBY,MASALAH DLL
JIKA ADA YG HILANG DALAM HIDUPMU MENGUCAP SYUKURLAH PASTI ADA MAKSUD BAPA & YG PASTI YG TERBAIK BUATMU

Bpa Tahu Apa Yg Ada Dalam Hati Kita & Apa Yg Sedang Kita Pikirkan.
Tuhan Bisa & Mampu Menembus Sampai Kedalaman Hati Kita,Tidak Ada Yg Tersembunyi Bagi Dia!!
Selengkapnya...

Selasa, 08 Juni 2010

Dia selalu di samping kita

Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.

Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.

Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!"

Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia.

Tuhan memberkati.
Selengkapnya...

Minggu, 06 Juni 2010

An amazing morning prayer

Pagi ini aku bangun jam 05.07 , persiapan doa pagi, dan jam 05.25 sudah pegang gitar . Konsentrasi, aku berbisik kepada sahabatku, Roh Kudus, untuk menolongku memasuki hadirat Allah dan memohon inspirasi-Nya agar aku bisa memanjatkan doa-doa yang pagi ini harus aku naikkan kepada Yang Mahatinggi. Sebuah arus emosi kudus melandaku pelahan, dan aku menangkapnya sebagai respons Roh Penolong.

DIA memberiku lagu ini (aku tidak begitu hafal syairnya, jadi, apa yang terlintas, itu yang aku nyanyikan):

KU TAK DAPAT LUPAKAN, KEBAIKAN YANG KU TRIMA

PENGORBANANMU YANG MULIA, MEMBUAT KU BERHARGA



KAU TELAH MENERIMA, AKU APA ADANYA

KARENA KASIHMU NYATA, MEMULIHKAN HIDUPKU



(REF)

SBAB ENGKAU TUHAN, TAK MELIHAT RUPA

SBAB ENGKAU TUHAN, TAK MEMANDANG HARTA

HATI HAMBA YANG SLALU KAU CARI

BIAR KAU TEMUKAN DI DALAMKU



SLAMA KU HIDUP, KU MAU MENYEMBAHMU

SBAB ENGKAU SANGAT BERARTI BAGIKU

YANG TERBAIK YANG ADA PADAKU

KUPERSEMBAHKAN KEPADAMU, YESUSKU



Mengikuti aliran Roh Kudus, aku mengulang-ulang lagu ini, dan menikmati setiap baitnya. Inderaku menangkap eskalasi emosi, mulai intens, intens dan intens, dan Roh Kudus dengan cantik membimbing jari jemariku menggenjreng dawai gitar, dan begitu cepatnya aku memasuki hadirat-Nya yang pekat.

Aku taruh gitar sebentar, meraih tissue yang berjarak 4 meter dari tempatu duduk. Air mataku sudah tak terbendung. Aku duduk ke tempatku semula, dan aku masih dicekam hadirat TUHAN. Satu, dua lembar tissue kupakai mengelap airmataku, dan sambil memejamkan mata, aku menatap ke atas, kepada Bapaku. Air mataku kian deras. Aku mencoba mengucapkan sesuatu, namun Roh Kudus mendorongku berbahasa Roh, dan aku ikuti.

Begitu banyak kosa kata yang Roh Kudus berikan untuk aku ucapkan dalam bahasa aneh ini, namun aku mengikutinya dengan patuh. Wusss, aku merasakan luapan emosi yang kian pekat, sehingga aku berbahasa Roh sambil tersedu-sedu. Bibirku mulai bergetar, dan begitupun lidahku, aku berbahasa lidah. Tempohnya makin cepat, dan cepat.

Sudah lebih dari satu tahun terakhir Roh Kudus memampukanku untuk tetap tinggal dalam hadirat-Nya, sekalipun aku membuka mata. Dahulu, di awal pertobatanku, penyembahan harus kulakukan dengan mata terpejam, dan bila membuka mata, bisa langsung “drop” . Namun, puji Tuhan, sekarang, baik dengan mata tertutup ataupun terbuka, aku tetap tinggal dalam hadirat yang mulia ini.

Aku membuka mataku, sambil membiarkan mulutku berbahasa Roh, dan sudah jam 6.15 , sudah 40 menit lebih, namun aku masih punya waktu sedikit, sebab jam 8.00 harus sudah di kampus

Aku lanjutkan melakukan doa syafaat dengan berbahasa Roh, sampai intensitas hadirat Allah mulai berkurang, tahulah aku bahwa beban doa yang harus kunaikkan pagi ini sudah selesai.

Aku naikkan syukurku kepada Bapaku yang terbaik, terkasih, dan aku tutup doa pagi ini. AKu membuang 5 lembar tissue basah, aku puas, namun mataku sebam. Ah, sungguh, berdoa dengan bahasa Roh lebih luas cakupannya, sebab bukan akal budiku yang berdoa, namun rohku dan Roh Kudus.
Selengkapnya...

Jumat, 04 Juni 2010

Apa yang harus dilakukan jika sakit hati?

Sakit hati tentu tidak diinginkan oleh siapapun. Namun jika rasa sakit itu datang juga dan tak terelakkan, apa yang harus dilakukan jika anda sakit hati? Berikut ini langkah-langkah sederhana yang akan memberi Anda kekuatan untuk menghadapinya:

1. Datang kepada Yesus
Matius 11:28 — "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

2. Memuji Allah
2 Korintus 1:3 — "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."

3. Yakin ada Berkat di Balik Sakit Hati
2 Korintus 4:17 — "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." *
Selengkapnya...

Rabu, 02 Juni 2010

Nothing's impossible

Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami. Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Markus 9:22-24)

Kisah di atas sangat menarik karena menceritakan tentang seorang ayah yang memiliki anak yang sejak kecil menderita sakit karena kerasukan setan. Anak ini seringkali mengalami kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Roh jahat ingin membinasakan anak ini, sehingga seringkali ia dibawa ke air agar tenggelam dan ke dalam api agar mati terbakar.

Suatu kali ia mendengar cerita orang-orang tentang Yesus yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Ayat mas dalam kisah Alkitab di atas terdapat pada ayat 23. Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Ayat ini adalah ayat yang luar biasa, karena seringkali kita mendengar kata-kata “tidak ada yang mustahil bagi Allah”. Ternyata, ayat ini menyatakan bahwa bukan saja tidak ada yang mustahil bagi Allah, tapi juga tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Perhatikanlah kata-kata Yesus ini, bahwa “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.”Lalu, percaya seperti apakah yang bisa membuat tidak ada yang mustahil dalam hidup kita:

1. Percaya bahwa kuasa Tuhan tidak terbatas oleh situasi dan keadaan.
Seringkali yang membuat kita kehilangan kepercayaan adalah situasi/keadaan dalam hidup kita. Contoh:
• Menderita sakit kanker, kita seringkali ragu apakah bisa memperoleh kesembuhan.
• Suami yang sudah bertahun-tahun nakal, kita seringkali ragu apakah masih bisa berubah menjadi suami yang baik.
• Kondisi bisnis di ambang kehancuran, kita seringkali ragu apakah masih bisa tertolong.

Tokoh dalam Alkitab yang mengalami mujizat karena memiliki kepercayaan pada Tuhan yang melampaui situasi/keadaan adalah Daud.
1 Samuel 17:45-47 — Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: ”Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu, hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Kondisi di atas sebenarnya sangat mencekam ketika Daud melawan Goliat yang tubuhnya sangat besar dan merupakan pahlawan perang bangsa Filistin yang tidak pernah terkalahkan. Saat itu tentara Israel dihina dan diejek, sehingga iman mereka hilang karena situasi itu. Seringkali kita juga mengalami peristiwa yang sama seperti yang dialami oleh tentara Israel, di mana kita seringkali lupa semua Firman Tuhan.

Tetapi Daud memiliki iman yang kuat yang tidak terpengaruh oleh kondisi/keadaan saat itu. Padahal waktu itu Daud bukanlah tentara Israel, ia hanya kebetulan tiba di lokasi perang mengantarkan makanan untuk kakaknya seorang tentara Israel yang sedang berperang melawan tentara Filistin. Tetapi ketika di sana ia mendengar Tuhan dihina, timbullah kemarahan kudus dalam hatinya karena tentara Filistin menghina tentara Tuhan. Akhirnya Daud mengalami kemenangan yang luar biasa atas tentara Filistin.

Dari kisah di atas, jelas terlihat bahwa pada saat tentara Israel ketakutan menghadapi tentara Filistin, Daud tetap percaya bahwa kuasa Tuhan melampaui semua kondisi dan keadaan. Alkitab mengajarkan bahwa iman bisa diperoleh melalui 3 sarana:
• Mendengarkan firman Tuhan
Oleh karena itu kita harus membaca firman Tuhan dengan suara yang terdengar telinga. Karena iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Tidak cukup bila kita hanya mendengarkan firman Tuhan seminggu sekali pada saat ibadah di gereja. Kita harus rutin membaca firman Tuhan setiap hari agar iman kita semakin bertumbuh.
• Melalui pengalaman hidup
Masalah dan problem hidup yang kita temui dalam kehidupan kita sebenarnya Tuhan ijinkan terjadi untuk melatih iman kita. Iman itu bisa kita gambarkan seperti otot manusia yang apabila dilatih akan semakin berkembang. Ketika masalah dan persoalan datang, maka iman kita akan bertumbuh dan menjadi semakin kuat.
• Melalui karunia iman
Roh Kudus memberikan 9 karunia ketika memberkati kita, salah satunya adalah karunia iman. Jadi ketika kita mengalami kondisi/keadaan yang berat dalam hidup kita, kita ingin percaya tapi tidak bisa karena iman kita tidak sampai, maka kita bisa minta salah satu karunia Roh Kudus yaitu karunia iman untuk menolong kita.

Kalau kita fokus melihat janji dan kebesaran Tuhan, maka kebutuhan dan masalah kita akan menjadi kecil. Kuasa Tuhan yang besar sanggup menolong kita. Kuasa-Nya tidak dibatasi oleh kondisi/situasi.

2. Percaya bahwa Tuhan memiliki 1001 macam cara untuk menolong kita.
Tuhan memiliki banyak jalan untuk menolong kita. Jangan membiarkan diri kita membatasi kuasa Tuhan dengan terlalu banyak berpikir bagaimana dan dari mana datangnya pertolongan untuk kita, padahal Tuhan bisa melakukan berbagai macam cara untuk menolong dan memberkati kita.

1 Raja-raja 17:3-6 — ”Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN, ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu..

Dalam kisah di atas, yang memberi makan Elia adalah burung gagak yang dikirim oleh Tuhan. Jadi Tuhan bisa memakai apapun untuk menolong kita. Contoh lain:
- Tuhan dalam seketika bisa memberikan sekaligus 30an butir telur ayam yang kemudian menjadi santapan lauk yang luar biasa bagi sebuah keluarga miskin di suatu desa. Telur-telur itu ditemukan di balik semak oleh seorang anak laki-laki kecil dari keluarga itu ketika sedang bermain kelereng. Telur itu menjadi santapan yang luar biasa karena dengan ditemukannya telur sebanyak itu maka setiap anak dari empat bersaudara dalam keluarga itu bisa memakan sebutir telur setiap harinya. Padahal biasanya, kadang dalam sehari ibunya hanya bisa membeli sebutir telur yang setelah dicampur dengan air dijadikan selembar telur ceplok untuk dibagikan sebagai lauk kepada 4 bersaudara itu.
- Naaman dalam Alkitab diceritakan bahwa ia mesti mandi di sungai yang kotor dan menyelam sebanyak tujuh kali di sungai itu, barulah ia sembuh dari penyakit kustanya.

Tuhan bisa memakai orang yang tidak terduga sama sekali bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun. Tuhan bisa memberkati dan menolong kita dengan 1001 macam cara. Oleh karena itu janganlah kita membatasi kuasa Tuhan, termasuk di dalam doa-doa kita. Tuhan memiliki cara yang berbeda dari yang kita harapkan. Ekstrimnya adalah Tuhan bisa memakai orang gila sekalipun untuk memberkati dan menolong kita. Kita hanya cukup memiliki iman dan percaya pada kuasa Tuhan.

3. Kita harus percaya bahwa waktu Tuhanlah yang terbaik.
Tuhan memiliki waktu untuk setiap kita. Kalau sampai hari ini Tuhan belum mengabulkan doa kita, bukan berarti Tuhan tidak mau atau tidak mampu menolong kita.

Yohanes 11:5-7 — Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Mari kita kembali lagi ke Yudea.”

Walaupun kelihatan terlambat, Tuhan tidak pernah terlambat karena waktu-Nya Tuhan bukanlah waktunya kita. Lazarus dibangkitkan dari kematiannya, padahal dalam kisah di atas Tuhan Yesus diberitahu bahwa Lazarus sakit keras tetapi Ia menunda dua hari lagi untuk menolongnya dan akhirnya Lazarus meninggal dunia. Bagi manusia hal itu tampaknya terlambat, tetapi bagi Tuhan tiada yang mustahil karena Lazarus akhirnya Tuhan bangkitkan dari kematiannya.

Kesimpulan:
• Kita harus tetap berdoa dan tetap percaya walau apapun yang terjadi dalam hidup kita, karena pertolongan Tuhan tepat pada waktu-Nya.
• PUSH (Pray Until Something Happen). Tetap tekun berdoa sampai sesuatu terjadi dalam hidup kita, karena Tuhan pasti menolong kita tepat pada waktu-Nya.
• Mujizat tidak bisa terjadi bila ada orang yang masih keras kepala/tidak percaya. Ketika akhirnya ia tersungkur di kaki Tuhan, maka itulah waktu yang tepat untuk Tuhan menolongnya.
• Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya.
• Mintalah karunia iman, katakan pada-Nya: ”Tuhan, aku percaya dan tolonglah aku yang tidak percaya ini. Dan biarkanlah mujizat-Mu terjadi dalam hidupku.”
Selengkapnya...