Kita semua mengerti dan percaya bahwa hari-hari ini kuasa Roh Kudus sedang dicurahkan dengan luar biasa atas gereja-Nya. Pesan Tuhan yang begitu kuat yang disampaikan oleh Bapak Gembala Sidang adalah bahwa hari-hari ini kita harus lebih banyak berbahasa roh. Rasul Paulus berkata,“Aku suka supaya kamu semua bisa berbahasa roh. Aku berbahasa roh lebih daripada kamu ” Mungkin ada di antara kita yang berkata; Apa gunanya berbahasa roh jika kita sendiri tidak mengerti apa yang kita ucapkan?
Dalam hal ini, walaupun bahasa roh tidak mempunyai kegunaan sebagai sarana untuk menjalin komunikasi sesama kita manusia, namun bahasa roh tersebut merupakan suatu pertanda kejadian SUPRANATURAL. Orang-orang yang melihat peristiwa pencurahan Roh Kudus dan mendengarkan mereka berkata-kata dalam bahasa roh tersebut memahami bahwa mereka sedang menjadi saksi dari suatu manifestasi yang sangat ajaib. Hakikat Supranatural dari karunia ini membantu menarik perhatian orang-orang untuk mendekat kepada Yesus.
Maksud dan tujuan utama dari karunia bahasa roh ini adalah sebagai bahasa doa yang dipakai secara pribadi untuk komunikasi yang intensif antara roh kita dengan Tuhan.
Paulus menyatakan bahwa sekalipun dirinya lebih banyak memakai bahasa roh daripada jemaat Korintus lainnya, bahasa roh tersebut terutama digunakannya untuk berdoa kepada Tuhan.
“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan
bahasa roh.” (1 Korintus:14:15, 19).
Di dalam ayat 14 dari 1 Korintus 14, Paulus menyatakan bahwa ketika kita berdoa di dalam roh, orang-orang yang mendengarkan tidak akan bisa memahami apa yang sedang kita katakan. Dalam bagian yang sama ini, Paulus membedakan antara berdoa di dalam roh dengan berdoa yang disertai pengertian atau mengunakan akal budi kita. Saya merasa bahwa penting bagi kita untuk memahami perbedaan ini. Ketika kita berdoa disertai dengan pengertian, suara kita adalah sebuah ekspresi dari berbagai pemikiran yang terdapat di dalam akal budi kita. Apa yang ada di dalam pikiran kita menjadi isi dari doa kita. Berdoa dengan pengertian adalah satu hal yang baik, sah dan penting (1 Korintus:14:15). Berdoa dengan cara ini bukan merupakan suatu hal yang “Tidak Rohani.”
Namun sebaliknya, pada saat kita berdoa dengan roh, isi doa tersebut tidak berasal dari akal budi kita, tetapi berasal dari roh kita. Kita masih bisa memilih untuk berbicara. Akal budi kita masih sadar dan tanggap, tetapi akal budi tersebut “Tidak turut berdoa.”
“Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.” (1 Korintus:14:14).
Akal budi kita tidak memahami perkataan yang dibicarakan.
Pada saat kita berdoa dalam bahasa roh, suara kita adalah ekspresi dari roh kita.
Roh kita bebas berkomunikasi langsung dengan Bapa tanpa harus melalui penyaringan oleh akal budi kita.
Alkitab memberikan kepada kita beberapa alasan mengapa penting bagi kita berdoa dalam bahasa roh :
Berdoa dalam bahasa roh akan membangun roh kita Waktu-waktu intim yang terbina antara kita dengan Tuhan melalui berdoa di dalam roh akan mengisi ulang embali baterai rohani kita.
Hal ini akan memperkuat roh kita dan membawa diri kita semakin dekat dengan Tuhan.
Berdoa di dalam roh akan memampukan kita berdoa Adabanyak kesempatan ketika kita merasakan kebutuhan untuk berdoa, tetapi akal budi kita terlalu lelah atau terlalu sibuk untuk berkonsentrasi.
Adapula saat-saatnya kita merasa ingin berdoa, tetapi kita tidak tahu sebenarnya apa yang ingin kita doakan. Pada waktu-waktu seperti inilah berdoa di dalam roh benar-benar sangat membantu. “Doa yang dibantu oleh Roh Kudus” mengizinkan roh kita mengekspresikan dirinya langsung kepada Allah tanpa harus dibatasi oleh akal budi, pengetahuan atau pun kemampuan.
Berdoa dengan bahasa roh akan memampukan kita memuji Tuhan Kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh memungkinkan kita untuk mengekspresikan pujian kita kepada Allah ketika akal budi kita tidak sanggup melakukannya.
Adasaat-saatnya di mana roh kita dipenuhi dengan perasaan kasih yang meluap-luap kepada Tuhan, dan kita ingin mengungkapkan pujian kita kepada-Nya, tetapi kita merasa frustasi karena tidak bisa mencari kata-kata yang tepat. Hal ini merupakan salah satu maksud dan tujuan dari berbahasa roh, yaitu untuk membiarkan roh kita mengungkapkan dirinya dengan mengangkat pujian pada saat pikiran kita tidak mampu melakukannya. Paulus menulis tentang bernyanyi serta memuji di dalam roh, dan juga menulis tentang berdoa di dalam roh seperti yang terdapat di dalam 1 Korintus:14:15.
“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”
Yang keempat, mengapa berdoa dengan berbahasa roh itu penting adalah karena bahasa roh memperlengapi kita untuk bertahan terhadap musuh spiritual kita. Di dalam suratnya yang ditujukan kepada Jemaat di Efesus, setelah Rasul Paulus memberikan daftar perlengkapan rohani yang Tuhan telah sediakan bagi orang percaya, Paulus menganjurkan agar orang-orang percaya terus-menerus berdoa di dalam roh saat peperangan rohani sedang melanda.
Efesus:6:18, “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu ”
Berdolah di dalam Roh dalam setiap kesempatan Carilah Tuhan setiap hari, ijinkanlah roh kita mengungkapkan keinginan-keinginannya yang terdalam dan juga
puji-pujiannya yang tertinggi kepada Bapa di Sorga.
Salam On Fire dan Salam Transformasi Pasti Terjadi, Tuhan Yesus Kristus Senantiasa Memberkati kita
Dalam hal ini, walaupun bahasa roh tidak mempunyai kegunaan sebagai sarana untuk menjalin komunikasi sesama kita manusia, namun bahasa roh tersebut merupakan suatu pertanda kejadian SUPRANATURAL. Orang-orang yang melihat peristiwa pencurahan Roh Kudus dan mendengarkan mereka berkata-kata dalam bahasa roh tersebut memahami bahwa mereka sedang menjadi saksi dari suatu manifestasi yang sangat ajaib. Hakikat Supranatural dari karunia ini membantu menarik perhatian orang-orang untuk mendekat kepada Yesus.
Maksud dan tujuan utama dari karunia bahasa roh ini adalah sebagai bahasa doa yang dipakai secara pribadi untuk komunikasi yang intensif antara roh kita dengan Tuhan.
Paulus menyatakan bahwa sekalipun dirinya lebih banyak memakai bahasa roh daripada jemaat Korintus lainnya, bahasa roh tersebut terutama digunakannya untuk berdoa kepada Tuhan.
“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan
bahasa roh.” (1 Korintus:14:15, 19).
Di dalam ayat 14 dari 1 Korintus 14, Paulus menyatakan bahwa ketika kita berdoa di dalam roh, orang-orang yang mendengarkan tidak akan bisa memahami apa yang sedang kita katakan. Dalam bagian yang sama ini, Paulus membedakan antara berdoa di dalam roh dengan berdoa yang disertai pengertian atau mengunakan akal budi kita. Saya merasa bahwa penting bagi kita untuk memahami perbedaan ini. Ketika kita berdoa disertai dengan pengertian, suara kita adalah sebuah ekspresi dari berbagai pemikiran yang terdapat di dalam akal budi kita. Apa yang ada di dalam pikiran kita menjadi isi dari doa kita. Berdoa dengan pengertian adalah satu hal yang baik, sah dan penting (1 Korintus:14:15). Berdoa dengan cara ini bukan merupakan suatu hal yang “Tidak Rohani.”
Namun sebaliknya, pada saat kita berdoa dengan roh, isi doa tersebut tidak berasal dari akal budi kita, tetapi berasal dari roh kita. Kita masih bisa memilih untuk berbicara. Akal budi kita masih sadar dan tanggap, tetapi akal budi tersebut “Tidak turut berdoa.”
“Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.” (1 Korintus:14:14).
Akal budi kita tidak memahami perkataan yang dibicarakan.
Pada saat kita berdoa dalam bahasa roh, suara kita adalah ekspresi dari roh kita.
Roh kita bebas berkomunikasi langsung dengan Bapa tanpa harus melalui penyaringan oleh akal budi kita.
Alkitab memberikan kepada kita beberapa alasan mengapa penting bagi kita berdoa dalam bahasa roh :
Berdoa dalam bahasa roh akan membangun roh kita Waktu-waktu intim yang terbina antara kita dengan Tuhan melalui berdoa di dalam roh akan mengisi ulang embali baterai rohani kita.
Hal ini akan memperkuat roh kita dan membawa diri kita semakin dekat dengan Tuhan.
Berdoa di dalam roh akan memampukan kita berdoa Adabanyak kesempatan ketika kita merasakan kebutuhan untuk berdoa, tetapi akal budi kita terlalu lelah atau terlalu sibuk untuk berkonsentrasi.
Adapula saat-saatnya kita merasa ingin berdoa, tetapi kita tidak tahu sebenarnya apa yang ingin kita doakan. Pada waktu-waktu seperti inilah berdoa di dalam roh benar-benar sangat membantu. “Doa yang dibantu oleh Roh Kudus” mengizinkan roh kita mengekspresikan dirinya langsung kepada Allah tanpa harus dibatasi oleh akal budi, pengetahuan atau pun kemampuan.
Berdoa dengan bahasa roh akan memampukan kita memuji Tuhan Kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh memungkinkan kita untuk mengekspresikan pujian kita kepada Allah ketika akal budi kita tidak sanggup melakukannya.
Adasaat-saatnya di mana roh kita dipenuhi dengan perasaan kasih yang meluap-luap kepada Tuhan, dan kita ingin mengungkapkan pujian kita kepada-Nya, tetapi kita merasa frustasi karena tidak bisa mencari kata-kata yang tepat. Hal ini merupakan salah satu maksud dan tujuan dari berbahasa roh, yaitu untuk membiarkan roh kita mengungkapkan dirinya dengan mengangkat pujian pada saat pikiran kita tidak mampu melakukannya. Paulus menulis tentang bernyanyi serta memuji di dalam roh, dan juga menulis tentang berdoa di dalam roh seperti yang terdapat di dalam 1 Korintus:14:15.
“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”
Yang keempat, mengapa berdoa dengan berbahasa roh itu penting adalah karena bahasa roh memperlengapi kita untuk bertahan terhadap musuh spiritual kita. Di dalam suratnya yang ditujukan kepada Jemaat di Efesus, setelah Rasul Paulus memberikan daftar perlengkapan rohani yang Tuhan telah sediakan bagi orang percaya, Paulus menganjurkan agar orang-orang percaya terus-menerus berdoa di dalam roh saat peperangan rohani sedang melanda.
Efesus:6:18, “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu ”
Berdolah di dalam Roh dalam setiap kesempatan Carilah Tuhan setiap hari, ijinkanlah roh kita mengungkapkan keinginan-keinginannya yang terdalam dan juga
puji-pujiannya yang tertinggi kepada Bapa di Sorga.
Salam On Fire dan Salam Transformasi Pasti Terjadi, Tuhan Yesus Kristus Senantiasa Memberkati kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar