Suatu hari ada sepasang suami istri yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga Dita putri satu-satunya itu pun diasuh oleh pembantunya sendiri.
Pada hari itu, ayah Dita sedang membaca koran di dalam rumah,tiba-tiba Dita yang tidak punya permainan ingin memberikan kejutan kepada ayahnya.
Dita menggambar gambar ayah dan ibunya di body mobil mewah milik ayahnya dengan tujuan ayahnya akan senang.
Ketika ayah Dita keluar dan melihat mobil kesayangannya itu dicoret-coret maka marahlah dia dan memarahi pembantunya sambil mengomel-ngomel, "siapa yang mencoret-coret mobil ini?!" kata ayah Dita.
Dengan takut Dita mengakui perbuatannya itu,,
Ayahnya sangat marah pada Dita begitu juga dengan ibunya.
Ayah Dita menghukum Dita dengan memukuli tangannya dengan ranting kayu sampai tangan Dita kesakitan,,tapi ayah dan ibunya tak peduli karena Dita sudah salah dan harus dihukum.
Dita sangat takut pada ayahnya karena Dita tidak mau ayahnya marah kepadanya,,sehingga Dita hanya diobati tangannya oleh pembantunya.
Ketika empat hari lamanya ayah dan ibu Dita tidak memperhatikan kondisi Dita yang sudah parah tangannya, ketika pembantu Dita mengadu kepada majikanya bahwa tangan Dita merah dan bengkak, ibu Dita hanya menyuruh obati saja dengan salep.
Seminggu lamanya Dita kesakitan dan harus dilarikan ke rumah sakit,, dari situlah ayah Dita baru menyadari kesalahannya ketika tangan Dita telah infeksi dan harus dipotong.
Ibu dan ayah Dita menangis karena tidak menyangka akibatnya akan seperti itu.
Tangan Dita pun akhirnya dipotong,,ketika Dita sadar akan hal itu Dita menangis karena keluguannya,,
Ayah Dita tidak bisa berkata-kata lagi.
Dita menangis dan berkata ''ayah maafin Dita, ayah. Dita janji ga akan coret-coret mobil ayah lagi, jadi kembaliin tangan Dita ayah. kan Dita sudah ga nyoret-nyoret lagi
Nanti Dita makan gimana? trus Dita ga bisa main?
Kembaliin tangan Dita ayah...!!!"
Mendengar itu ayah dan ibu Dita menangis dan minta ampun kepada Dita dan Tuhan,,
Kadang kesalahan orang lebih kita lihat tanpa melihat kesalahan kita,,ayah Dita tidak tahu kalau Dita menyayanginya dan ingin memberikan ayahnya kejutan,,
"Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN." (Imamat 19:18)
Pada hari itu, ayah Dita sedang membaca koran di dalam rumah,tiba-tiba Dita yang tidak punya permainan ingin memberikan kejutan kepada ayahnya.
Dita menggambar gambar ayah dan ibunya di body mobil mewah milik ayahnya dengan tujuan ayahnya akan senang.
Ketika ayah Dita keluar dan melihat mobil kesayangannya itu dicoret-coret maka marahlah dia dan memarahi pembantunya sambil mengomel-ngomel, "siapa yang mencoret-coret mobil ini?!" kata ayah Dita.
Dengan takut Dita mengakui perbuatannya itu,,
Ayahnya sangat marah pada Dita begitu juga dengan ibunya.
Ayah Dita menghukum Dita dengan memukuli tangannya dengan ranting kayu sampai tangan Dita kesakitan,,tapi ayah dan ibunya tak peduli karena Dita sudah salah dan harus dihukum.
Dita sangat takut pada ayahnya karena Dita tidak mau ayahnya marah kepadanya,,sehingga Dita hanya diobati tangannya oleh pembantunya.
Ketika empat hari lamanya ayah dan ibu Dita tidak memperhatikan kondisi Dita yang sudah parah tangannya, ketika pembantu Dita mengadu kepada majikanya bahwa tangan Dita merah dan bengkak, ibu Dita hanya menyuruh obati saja dengan salep.
Seminggu lamanya Dita kesakitan dan harus dilarikan ke rumah sakit,, dari situlah ayah Dita baru menyadari kesalahannya ketika tangan Dita telah infeksi dan harus dipotong.
Ibu dan ayah Dita menangis karena tidak menyangka akibatnya akan seperti itu.
Tangan Dita pun akhirnya dipotong,,ketika Dita sadar akan hal itu Dita menangis karena keluguannya,,
Ayah Dita tidak bisa berkata-kata lagi.
Dita menangis dan berkata ''ayah maafin Dita, ayah. Dita janji ga akan coret-coret mobil ayah lagi, jadi kembaliin tangan Dita ayah. kan Dita sudah ga nyoret-nyoret lagi
Nanti Dita makan gimana? trus Dita ga bisa main?
Kembaliin tangan Dita ayah...!!!"
Mendengar itu ayah dan ibu Dita menangis dan minta ampun kepada Dita dan Tuhan,,
Kadang kesalahan orang lebih kita lihat tanpa melihat kesalahan kita,,ayah Dita tidak tahu kalau Dita menyayanginya dan ingin memberikan ayahnya kejutan,,
"Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN." (Imamat 19:18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar