Rabu, 26 Mei 2010

Kemauan untuk berubah

Kemauan untuk Berubah ( Efesus 5:8-13 )

” Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan ” ( Efesus 5:8 )

Rose Cwaford yang telah buta selama 50 tahun, suatu saat mencoba menjalani operasi mata di Ontario Hospial. Ketika dokter mengangkat perban dari kedua matanya, Rose begitu kaget karena saat itu adalah pertama kalinya dalam hidupnya ia bisa melihat terangnya cahaya dan keindahan bentuk maupun warna. ” Aku hampir-hampir tak percaya dengan semua ini”, katanya. Sekarang ia sudah dapat melihat. Ia tidak tahu bahwa teknik operasi mata sudah begitu maju, dan sebetulnya, operasi dapat membuatnya melihat saat ia berusia 30 tahun. Dokter mengatakan, ” Dia berpikir tak ada yang dapat menyembuhkan matanya. Itu salah, sebenarnya hidupnya dapat berubah.”

Dalam kehidupan rohani, sering kali kita melakukan apa yang Rose Crawford lakukan. Keragu-raguan dan ketidak percayaan kita telah membuat kita menjadi orang yang tidak mampu bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Kita lebih suka dan merasa nyaman menikmati kegelapan, memilih tetap hidup dalam kenyamanan dunia ini, serta tidak melakukan apapun sehingga kita benar-benar menjadi orang yang tidak pernah berubah.

Saat kita mengalami keterpurukan dalam suatu persoalan, kita menjadi sosok manusia yang gampang menyerah, putus asa, melihat bahwa semua pintu pertolongan itu telah tertutup rapat untuk kita. Kita ragu, tidak percaya, hingga kita pun sangat berat untuk mengambil keputusan penting yang seharusnya dapat mengubah hidup kita. Padahal, Tuhan sudah memberikan sebuah tawaran agar kita memilih untuk datang mencari pertongan daripada-Nya. Ingatkah kita pada Firman Tuhan: ” Bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya?” Bahwa akan diberkati orang-orang yang berharap dan mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya?

Jika kehidupan kita ingin di ubahkan hari ini, buatlah sebuah pilihan yang tepat. Datang kepada Tuhan, andalkan Dia adalah langkah yang paling tepat yang harus kita lakukan hari ini.
Buanglah semua keraguan, percayalah bahwa ketika kita mengambil keputusan untuk berjalan dalam kehendak-Nya, Allah berperkara di dalam kehidupan kita, dan kita pun pasti melihat mujizat nyata terjadi.
Hari ini!
Selengkapnya...

Sabtu, 22 Mei 2010

Mengapa berdoa dalam bahasa Roh?

Kita semua mengerti dan percaya bahwa hari-hari ini kuasa Roh Kudus sedang dicurahkan dengan luar biasa atas gereja-Nya. Pesan Tuhan yang begitu kuat yang disampaikan oleh Bapak Gembala Sidang adalah bahwa hari-hari ini kita harus lebih banyak berbahasa roh. Rasul Paulus berkata,“Aku suka supaya kamu semua bisa berbahasa roh. Aku berbahasa roh lebih daripada kamu ” Mungkin ada di antara kita yang berkata; Apa gunanya berbahasa roh jika kita sendiri tidak mengerti apa yang kita ucapkan?

Dalam hal ini, walaupun bahasa roh tidak mempunyai kegunaan sebagai sarana untuk menjalin komunikasi sesama kita manusia, namun bahasa roh tersebut merupakan suatu pertanda kejadian SUPRANATURAL. Orang-orang yang melihat peristiwa pencurahan Roh Kudus dan mendengarkan mereka berkata-kata dalam bahasa roh tersebut memahami bahwa mereka sedang menjadi saksi dari suatu manifestasi yang sangat ajaib. Hakikat Supranatural dari karunia ini membantu menarik perhatian orang-orang untuk mendekat kepada Yesus.

Maksud dan tujuan utama dari karunia bahasa roh ini adalah sebagai bahasa doa yang dipakai secara pribadi untuk komunikasi yang intensif antara roh kita dengan Tuhan.
Paulus menyatakan bahwa sekalipun dirinya lebih banyak memakai bahasa roh daripada jemaat Korintus lainnya, bahasa roh tersebut terutama digunakannya untuk berdoa kepada Tuhan.

“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan
bahasa roh.” (1 Korintus:14:15, 19).

Di dalam ayat 14 dari 1 Korintus 14, Paulus menyatakan bahwa ketika kita berdoa di dalam roh, orang-orang yang mendengarkan tidak akan bisa memahami apa yang sedang kita katakan. Dalam bagian yang sama ini, Paulus membedakan antara berdoa di dalam roh dengan berdoa yang disertai pengertian atau mengunakan akal budi kita. Saya merasa bahwa penting bagi kita untuk memahami perbedaan ini. Ketika kita berdoa disertai dengan pengertian, suara kita adalah sebuah ekspresi dari berbagai pemikiran yang terdapat di dalam akal budi kita. Apa yang ada di dalam pikiran kita menjadi isi dari doa kita. Berdoa dengan pengertian adalah satu hal yang baik, sah dan penting (1 Korintus:14:15). Berdoa dengan cara ini bukan merupakan suatu hal yang “Tidak Rohani.”
Namun sebaliknya, pada saat kita berdoa dengan roh, isi doa tersebut tidak berasal dari akal budi kita, tetapi berasal dari roh kita. Kita masih bisa memilih untuk berbicara. Akal budi kita masih sadar dan tanggap, tetapi akal budi tersebut “Tidak turut berdoa.”

“Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.” (1 Korintus:14:14).
Akal budi kita tidak memahami perkataan yang dibicarakan.

Pada saat kita berdoa dalam bahasa roh, suara kita adalah ekspresi dari roh kita.
Roh kita bebas berkomunikasi langsung dengan Bapa tanpa harus melalui penyaringan oleh akal budi kita.

Alkitab memberikan kepada kita beberapa alasan mengapa penting bagi kita berdoa dalam bahasa roh :

Berdoa dalam bahasa roh akan membangun roh kita Waktu-waktu intim yang terbina antara kita dengan Tuhan melalui berdoa di dalam roh akan mengisi ulang embali baterai rohani kita.
Hal ini akan memperkuat roh kita dan membawa diri kita semakin dekat dengan Tuhan.

Berdoa di dalam roh akan memampukan kita berdoa Adabanyak kesempatan ketika kita merasakan kebutuhan untuk berdoa, tetapi akal budi kita terlalu lelah atau terlalu sibuk untuk berkonsentrasi.
Adapula saat-saatnya kita merasa ingin berdoa, tetapi kita tidak tahu sebenarnya apa yang ingin kita doakan. Pada waktu-waktu seperti inilah berdoa di dalam roh benar-benar sangat membantu. “Doa yang dibantu oleh Roh Kudus” mengizinkan roh kita mengekspresikan dirinya langsung kepada Allah tanpa harus dibatasi oleh akal budi, pengetahuan atau pun kemampuan.

Berdoa dengan bahasa roh akan memampukan kita memuji Tuhan Kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh memungkinkan kita untuk mengekspresikan pujian kita kepada Allah ketika akal budi kita tidak sanggup melakukannya.
Adasaat-saatnya di mana roh kita dipenuhi dengan perasaan kasih yang meluap-luap kepada Tuhan, dan kita ingin mengungkapkan pujian kita kepada-Nya, tetapi kita merasa frustasi karena tidak bisa mencari kata-kata yang tepat. Hal ini merupakan salah satu maksud dan tujuan dari berbahasa roh, yaitu untuk membiarkan roh kita mengungkapkan dirinya dengan mengangkat pujian pada saat pikiran kita tidak mampu melakukannya. Paulus menulis tentang bernyanyi serta memuji di dalam roh, dan juga menulis tentang berdoa di dalam roh seperti yang terdapat di dalam 1 Korintus:14:15.
“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Yang keempat, mengapa berdoa dengan berbahasa roh itu penting adalah karena bahasa roh memperlengapi kita untuk bertahan terhadap musuh spiritual kita. Di dalam suratnya yang ditujukan kepada Jemaat di Efesus, setelah Rasul Paulus memberikan daftar perlengkapan rohani yang Tuhan telah sediakan bagi orang percaya, Paulus menganjurkan agar orang-orang percaya terus-menerus berdoa di dalam roh saat peperangan rohani sedang melanda.

Efesus:6:18, “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu ”

Berdolah di dalam Roh dalam setiap kesempatan Carilah Tuhan setiap hari, ijinkanlah roh kita mengungkapkan keinginan-keinginannya yang terdalam dan juga
puji-pujiannya yang tertinggi kepada Bapa di Sorga.

Salam On Fire dan Salam Transformasi Pasti Terjadi, Tuhan Yesus Kristus Senantiasa Memberkati kita
Selengkapnya...

Kamis, 20 Mei 2010

Pengorbanan Kasih

Ada seorang ibu mempunyai tiga orang anak. Ketika hujan turun dengan derasnya, sang ibu sambil duduk menulis surat dengan serius.

Datanglah anak pertama dan berkata kepadanya, "Bu, aku mengasihimu!" Mendengar kakaknya berkata demikian, adik kedua tidak mau ketinggalan. Ia datang mendekati ibunya, lalu berkata pula, "Ibu, di antara kami bertiga, akulah yang lebih mengasihi ibu!"

Si bungsu yang memperhatikan dengan serius tindakan kedua kakaknya, segera meninggalkan mainannya, lalu datang kepada ibunya. Si bungsu tidak berkata apa-apa, tetapi ia langsung memeluk ibunya dengan penuh kasih. Setelah itu mereka kembali ke tempatnya masing-masing.

Setelah selesai menulis, pada saat itu di luar rumah hujan sangat deras disertai guruh dan kilat yang sambar-menyambar, dan sang ibu memanggil anak-anaknya dan menyuruh mereka untuk mengeposkan surat tersebut.

Sang ibu menekankan bahwa surat itu sangat penting dan harus segera dikirim. Anak yang pertama beralasan, "Bu, di luar hujan, aku tidak bisa pergi." Datanglah anak yang kedua dan beralasan, "Bu, aku lagi mengerjakan PR, harus selesai sore ini."

Si bungsu diam-diam mengambil mantel dan berkata sambil tersenyum, "Bu, saya yang akan mengantarkan surat ke kantor pos." Sahut ibunya, "Sabar nak, di luar masih hujan." Si bungsu mengambil surat itu lalu pergi mengant

1 Yohanes 3:18 Anak- anakku! Janganlah kita mengasihi hanya di mulut atau hanya dengan perkataan saja. Hendaklah kita mengasihi dengan kasih yang sejati, yang dibuktikan dengan perbuatan kita.
Selengkapnya...

Selasa, 18 Mei 2010

Pohon pakis dan pohon bambu

Suatu Hari aku memutuskan untuk berhenti .
Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku, aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.
"Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang Ada dihutan ini?"
"Ya", jawabku.

Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat Dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. "

"Dalam tahun ketiga tetap tidak Ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. "

"Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan
Sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "

"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "

Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap Ku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu Hari.
Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan; Hari-Hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.
Kasih Tuhan tak akan pernah ada batasnya bagi kehidupan kita
Selengkapnya...

Minggu, 16 Mei 2010

Cinta dan kasih

Kalau engkau terperangkap olehnya, cinta itu menjadi kematian bagimu. Cinta bagai misteri, datang dan pergi tanpa permisi. Anda tak perlu mencarinya karena cinta akan datang dengan sendiri. Anda tak dapat membelinya karena cinta tak dapat dihargai.

Cinta akan lahir dengan sendirinya tanpa kita ketahui kapan, dan tanpa kita ketahui kepada siapa. Jika suatu hari pasangan Anda mengatakan " Aku tak mencintaimu lagi. " Let it go. Biarkan berlalu karena cinta tak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan cinta tersebut layaknya sebuah bom waktu, yang akan meledak menjadi kebencian. Let it go.

Cinta akan datang kembali kepada Anda suatu waktu, mungkin dari orang yang pernah Anda cintai atau dari seseorang lainnya, Tuhan tak akan membiarkan Anda sendirian.

Lalu bagaimana dengan perasaan Anda yang ditinggalkan cinta?
Simpanlah dalam-dalam cinta tersebut. Kenanglah sebagai bagian dari masa lalu.
Menangislah jika perlu. Berbahagialah karena Anda pernah dicintai, berbahagia karena cinta pernah singgah di hati Anda.

Bagaimana jika cinta hilang dalam sebuah perkawinan?
Dalam suatu perkawinan cinta adalah cinta yang harus dipertanggungjawabkan, kepada Tuhan dan kepada suami atau istri dan kepada anak ( jika ada ). Anda tak dapat pergi begitu saja dengan mengatakan " Aku tak mencintai kamu lagi." Dalam sebuah perkawinan " Anda " adalah dua yang menjadi satu. " Anda " adalah suami/istri dan anda sendiri. Jangan turuti kemauan anda tapi turuti kemauan "Anda". Bagi Anda yang mencintai, ubahlah makna cinta menjadi KASIH.

Cinta itu bersemayam di dalam hati ( bukan di otak atau pikiran ), jika hati anda penuh dengan kasih, cinta tak akan pernah hilang dari diri Anda.

Kasih itu indah
kasih tidak cemburu
kasih itu menerima apa adanya dan memberi yang ada
kasih itu komitmen sehingga seseorang yang mempunyai kasih tak akan melupakan cintanya
kasih itu murah hati bukan murah cinta ( dalam hubungan asmara )
kasih itu rendah hati bukan merendahkan cinta
kasih itu mengampuni dan memaafkan
kasih adalah cinta sejati karena berasal dari Tuhan.
Tanamkan kasih di dalam hati Anda sejak awal maka cinta Anda tak akan hilang.

Tanamkan kasih maka Anda akan bertahan jika kekasih Anda mengatakan, " Aku tak mencintaimu lagi. " ( Berat memang, apalagi jika kita masih mengasihi dia ).

Jika Anda dan pasangan Anda memiliki kasih, Anda berdua boleh berujar :
" Orang ke tiga ? Siapa takuttt................"

Sebab ada tiga hal yang terpenting dalam hidup ini yaitu iman, pengharapan dan kasih dan yang terbesar diantaranya adalah kasih.

Renungan: Pentingnya Pembicaraan Sehari-Hari

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih. Kolose 4:6


Aula tempat pesta itu dihiasi dengan bunga-bunga dan pita-pita yang indah. Di bagian depan terdapat sebuah spanduk melintang bertuliskan "A Golden Congratulations for a Golden Couple".

Pesta itu adalah perayaan 50 tahun usia perkawinan mereka, dan para kerabat dan teman-temannya telah berkumpul, baik yang dekat maupun yang dari jauh untuk menghormati mereka. Empat orang anak masing-masing bergiliran mengungkapkan kenangan-kenangan indah mereka dan pelajaran-pelajaran sangat berharga yang mereka pelajari dari orangtua mereka. Kemudian kue dipotong dan fotonya diambil, dan kemudian semua orang menikmati kebersamaan itu.

Tak terasa, pesta sore itu segera berakhir. Teman-temannya mengucapkan selamat tinggal, anggota keluarga mengemasi kembali souvenir ke dalam mobil, dan semua orang pergi.

Kemudian pada malam itu, salah satu cucunya bertanya, "Apakah rahasia- nya, Nek, bisa berbahagia dalam kehidupan perkawinan selama 50 tahun?".

Tanpa ragu-ragu, neneknya menimpali, "Kami senantiasa bisa membicarakan segala sesuatu."

Penelitian terakhir mendukung kesimpulannya. Sebuah studi tentang pasangan yang berbahagia pada perkawinan yang berusia lebih dari 25 tahun menyimpul- kan bahwa mereka umumnya memiliki satu hal: "berkomunikasi" satu sama lain setiap hari. Mungkin sejak mereka mengetahui bagaimana cara berhubungan satu sama lain, mereka lebih bisa membicarakan perbedaan-perbedaan mereka ketika terjadi perselisihan.

Hal yang sama sepertinya terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Jika kita berhubungan denganNya secara teratur, kita akan bisa secara otomatis akan kembali kepadaNya ketika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.

Sudahkah anda menyempatkan waktu berbicara dengan Tuhan hari ini?
Selengkapnya...

Jumat, 14 Mei 2010

Ayah .. kembalikan tanganku

Suatu hari ada sepasang suami istri yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga Dita putri satu-satunya itu pun diasuh oleh pembantunya sendiri.
Pada hari itu, ayah Dita sedang membaca koran di dalam rumah,tiba-tiba Dita yang tidak punya permainan ingin memberikan kejutan kepada ayahnya.
Dita menggambar gambar ayah dan ibunya di body mobil mewah milik ayahnya dengan tujuan ayahnya akan senang.
Ketika ayah Dita keluar dan melihat mobil kesayangannya itu dicoret-coret maka marahlah dia dan memarahi pembantunya sambil mengomel-ngomel, "siapa yang mencoret-coret mobil ini?!" kata ayah Dita.
Dengan takut Dita mengakui perbuatannya itu,,
Ayahnya sangat marah pada Dita begitu juga dengan ibunya.
Ayah Dita menghukum Dita dengan memukuli tangannya dengan ranting kayu sampai tangan Dita kesakitan,,tapi ayah dan ibunya tak peduli karena Dita sudah salah dan harus dihukum.

Dita sangat takut pada ayahnya karena Dita tidak mau ayahnya marah kepadanya,,sehingga Dita hanya diobati tangannya oleh pembantunya.
Ketika empat hari lamanya ayah dan ibu Dita tidak memperhatikan kondisi Dita yang sudah parah tangannya, ketika pembantu Dita mengadu kepada majikanya bahwa tangan Dita merah dan bengkak, ibu Dita hanya menyuruh obati saja dengan salep.

Seminggu lamanya Dita kesakitan dan harus dilarikan ke rumah sakit,, dari situlah ayah Dita baru menyadari kesalahannya ketika tangan Dita telah infeksi dan harus dipotong.
Ibu dan ayah Dita menangis karena tidak menyangka akibatnya akan seperti itu.

Tangan Dita pun akhirnya dipotong,,ketika Dita sadar akan hal itu Dita menangis karena keluguannya,,
Ayah Dita tidak bisa berkata-kata lagi.

Dita menangis dan berkata ''ayah maafin Dita, ayah. Dita janji ga akan coret-coret mobil ayah lagi, jadi kembaliin tangan Dita ayah. kan Dita sudah ga nyoret-nyoret lagi
Nanti Dita makan gimana? trus Dita ga bisa main?
Kembaliin tangan Dita ayah...!!!"
Mendengar itu ayah dan ibu Dita menangis dan minta ampun kepada Dita dan Tuhan,,

Kadang kesalahan orang lebih kita lihat tanpa melihat kesalahan kita,,ayah Dita tidak tahu kalau Dita menyayanginya dan ingin memberikan ayahnya kejutan,,


"Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN." (Imamat 19:18)
Selengkapnya...

Rabu, 12 Mei 2010

Rahasia kematian

Seorang pasien yang mengidap penyakit kanker sedang diperiksa oleh dokternya. Sebelum dia meninggalkan ruang dokter dia berkata kepada sang dokter: "Dok, sesungguhnya saya takut mati. Apakah dokter mengetahui rahasia kematian itu? Tolonglah ceritakan kepada saya apa dan bagaimana keadaan di alam baka itu."


"Saya tidak tahu," kata dokter itu dengan suara tenang.

"Dokter tidak tahu?" tanyanya sambil mengangkat bahunya. "Bukankah dokter seorang Kristen? Katanya orang Kristen itu tahu jelas apa yang ada di seberang sana," lanjutnya sambil tersenyum kaku.

Dokter itu sedang memegang pegangan pintu. Di balik pintu terdengar suara anjing yang merengek dan suara garukan kuku di daun pintu. Ketika sang dokter membuka pintu, seekor anjing yang lucu menubruk masuk dan langsung melompat ke pangkuan sang dokter. la tampak senang dan bergairah di pelukan dokter, tuannya, yang menyayanginya.

Mendapat ilham dari Tuhan, sang dokter memandang ke pasiennya dan berkata: "Apakah kau memperhatikan anjing saya? Dia belum pernah masuk ke ruang praktik ini. Dia tidak tahu apa dan bagaimana keadaan sebenarnya ruang praktik saya. Yang dia tahu adalah bahwa di dalamnya ada tuannya. Dan ketika pintu terbuka, dia langsung menabrak masuk tanpa ketakutan. Karena dia tahu ada tuannya yang menyayanginya. Itu saja sudah cukup baginya."

Sambil tersenyum mantap, dia lanjutkan, "Demikian pula dengan rahasia kematian. Saya hanya tahu sedikit saja tentang apa dan bagaimana keadaan alam baka di seberang sana. Yang pasti, saya tahu Tuan saya, Tuhan Yesus yang sudah bangkit dari kematian, akan menyambut saya dengan penuh sukacita. Karena Dia sungguh mengasihi aku."

Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut bukan saja menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka yang percaya kepada-Nya; melainkan juga janji kebangkitan tubuh yang baru, yang mulia, yang rohani, yang sorgawi. Tubuh yang tidak akan sakit, rusak, atau binasa. Alkitab berkata, "Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah" (1 Korintus 15:22,44).

Sesungguhnya, kebangkitan Kristus adalah dasar pengharapan yang kokoh dari kebangkitan kita kelak. Di dalam Kristus rahasia kematian sudah dibukakan. Sebab itu, janganlah takut terhadap kematian! Bila kematian belum datang menjemput, berarti masih ada kesempatan bagi Anda untuk terus dipakai Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang lain.

Jangan coba mencari kematian, apalagi melakukan pembunuhan diri. Jangan! Namun bila waktu kematian itu sudah tiba, Anda tidak perlu takut, sebab Kristuslah yang akan menjemput Anda yang setia beriman kepada-Nya, kembali ke rumah Bapa di sorga. (Eddy Fances).

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada." (Yohanes 14:1-3)
Selengkapnya...

Senin, 10 Mei 2010

Teruskanlah kebaikan itu

Filipi 4:5 - Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

2 Tesalonika 3:13 - Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

Banyak orang berpikir bahwa kebaikan yang mereka lakukan tidak akan berdampak apa-apa. Sebuah film berjudul ”Pay It Forward” kiranya mendorong kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun juga.

Film ini mengisahkan tentang seorang anak berumur 8 tahun yang berpikir untuk melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya. ”Jika tiga orang ini kemudian melakukan kebaikan kepada beberapa orang lagi dan begitu seterusnya, tentulah dunia ini akan dipenuhi orang-orang yang baik dan saling mengasihi,” demikian pikir Trevor, nama anak tersebut.

Trevor mulai mempraktekkan perbuatan kasih kepada manusia yang kesepian dan sudah menjadi pecandu alkohol. Ia menjauhkan minuman keras dari rumah mereka dan untuk mengobati kesepian mamanya, ia mengatur rencana agar mamanya berkencan dengan guru sekolahya. Mamanya terharu dan Trevor berkata, ”Teruskanlah kebaikan ini Ma!”

Perhatian Trevor begitu berkesan dihati mamanya sehingga mamanya pun ingin meneruskan kebaikan itu kepada ibunya, yaitu nenek Trevor. Anak dan ibu ini sudah lama bermusuhan, tetapi ketika si nenek melihat anaknya datang meminta maaf kepadanya, iapun sangat terharu. Mama Trevor berkata kepada ibunya, ”Teruskanlah kebaikan ini Ma!”

Si nenek yang merasa bahagia kemudian meneruskan kebaikan itu dengan menolong pemuda yang dikejar segerombolan orang. Ia menyembunyikan pemuda itu dimobilnya. Kepada pemuda itu si nenek berpesan, ”Teruskanlah kebaikan ini anak muda!”

Pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, kemudian meneruskan kebaikan tersebut dengan mendahulukan gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dahulu diobati. Ayah si gadis berterima kasih, dan pemuda itupun berkata, ”Teruskanlah kebaikan ini Pak!”

Ayah si gadis kecil meneruskan kebaikan itu dengan meminjamkan mobilnya kepada seorang wartawan televisi yang mobilnya rusak. ”Teruskanlah kebaikan ini anak muda!”

Wartawan itu sangat terkesan akan kebaikan ayah si gadis, dan ia berusaha mencari tahu dari mana asal kalimat ”Teruskanlah kebaikan ini ..........” tersebut. Dia mulai mencari informasi mundur mulai dari ayah si gadis, sampai ia menemukan Trevor sang pencetus ide tersebut. Ia berusaha agar Trevor bisa tampil di televisi. Di televisi Trevor mengajak pemirsa untuk melakukan kebaikan, sehingga dunia ini dipenuhi orang-orang yang saling mengasihi.

Sayang sekali, Trevor ditusuk pisau ketika sedang menolong teman sekolahnya yang diganggu para brandal. Usai penguburan, sang mama begitu kaget melihat ribuan orang terus berdatangan dan meletakkan bunga tanda dukacita atas kematian Trevor.

Pada saat Anda terpesona akan kebaikan Tuhan, ungkapkan syukur Anda dengan satu cara yaitu, ”teruskan kebaikan itu” kepada orang-orang di sekeliling Anda!

DOA: Bapa, aku sudah menerima banyak kebaikan dariMu. Sebab itu aku pun rindu meneruskan kebaikan itu kepada sesamaku. Mampukan aku Bapa. Dalam nama Yesus Tuhan aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Lipat gandakan kebaikan dengan menyalurkannya kepada sesama
Selengkapnya...

Minggu, 09 Mei 2010

Kesalahan yang direncanakan Allah

Suatu hari, seorang tukang kayu sedang membuat sebuah peti yang akan digunakan untuk mengirim bantuan pakaian dari gerejanya ke sebuah panti asuhan di China. Dalam perjalanan pulang ke rumah, dia mencari kacamata di kantongnya, tetapi dia tidak menemukannya.


Ketika dia mencoba mengingatnya kembali, dia tersadar kalau kacamatanya telah terjatuh dan masuk ke dalam salah satu peti yang dibuatnya dan peti itu sudah dipaku dengan kuat. Dan lebih parah lagi, kacamatanya yang baru dibeli itu terkirim bersama dengan baju-baju itu ke China.

Tukang kayu itu merasa sangat sedih dan mengalami depresi. Saat itu dia memiliki 6 orang anak. Dia sudah menabung untuk kacamata senilai USD 20 itu setiap hari. Dia sedih mengingat harus membeli sebuah lagi.

"Ini tidak adil," dia berbicara kepada Allah saat perjalanan menuju rumah dengan frustasi. "Aku sudah beriman memberikan waktu dan uang untuk pekerjaanMu, dan sekarang hasilnya seperti ini."

Beberapa bulan kemudian, sang misionaris, pemimpin dari panti asuhan di China sedang berlibur dan berada di Amerika Serikat. Dia ingin mengunjungi gereja yang telah membantunya selama berada di China untuk berterima kasih. Suatu kali tiba gilirannya ia berbicara di gereja kecil tempat sang tukang kayu itu di kota Chicago.

Misionaris tersebut mengawali dengan ucapan terima kasih untuk iman dalam membantu panti asuhan. "Tetapi, dari semuanya," dia mengatakan, "Saya harus berterima kasih untuk sebuah kacamata yang dikirim tahun lalu. Anda tahu, komunis telah membersihkan panti asuhan, mereka merusak semuanya, termasuk kacamata saya. Saya sangat putus asa. Walaupun saya memiliki uang, tetapi tidak dapat membeli yang baru."

"Karena tidak dapat melihat dengan jelas, saya sering mengalami sakit kepala setiap hari. Jadi saya dengan staf secara sehati berdoa untuk ini. Dan ketika peti kiriman datang. Saat staf saya membuka tutupnya, mereka menemukan sebuah kacamata ada di posisi paling atas!"

Si misionaris berdiam cukup lama, dan melanjutkan ceritanya. "Saudaraku, saat saya mencoba memakai kacamata itu, sepertinya ini memang buat saya! Saya ingin berterima kasih pada anda yang telah menjadi bagian dari pelayanan ini."

Orang-orang mendengarkan begitu gembira pada mujizat kacamata tersebut. Tetapi bagi sang misionaris, ini terasa aneh, karena kacamata tidak ada di dalam list pengiriman. Dengan duduk diam, dan air mata mengalir di wajahnya, seorang tukang kayu biasa yang sedang duduk mendengarkan kesaksian itu, kini menyadari bahwa Allah telah memakai dirinya dengan cara yang ajaib.

Pernahkan Anda mengalami situasi seperti kisah di atas? Seringkali kita menyalahkan Tuhan karena suatu kejadian yang merugikan kita. Tak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi pada hari esok atau bahkan satu jam atau satu menit ke depan. Karenanya, ucapkan syukur atas apapun yang kita alami. Mungkin di balik kejadian yang menjengkelkan itu, ada rencana Tuhan yang ada di luar pemikiran kita. Mungkin Tuhan sedang memakai kita untuk menjadi saluran berkatNya bagi orang lain tanpa kita sadari. Bersyukurlah selalu untuk apapun juga.
Selengkapnya...

Sabtu, 08 Mei 2010

Kiat sukses dari Ishak

sukses luar biasa. Setiap orang mendambakan kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. Siapapun dia, apapun latar belakangnya, apabila ditanyakan: ”Apakah anda mau sukses? Pastilah jawabannya adalah “ya! Saya mau sukses.”

Timbul pertanyaan pada kita, untuk mencapai sukses itu bagaimana caranya? Di dalam dunia sekuler untuk sukses seseorang itu akan mempelajari ilmu manajemen yang baik. Misalkan seorang pedagang untuk menanamkan modalnya berdagang, terlebih dahulu dia akan melakukan survey ke lokasi yang strategis, peluang bisnis yang sesuai dengan lingkungan sekitar, mempertimbangkan segi keamanan, politik dan lain-lain.

Dalam dunia sekuler orang akan mempelajari dan mempertimbangkan hal-hal di atas agar mereka sukses. Lain halnya dengan Ishak dalam kejadian 26:1-31 yang akan kita bahas. Ishak tidak mempelajari dan mempertimbangkan seperti dalam dunia sekuler. Justru di masa kelaparan, ada krisis kelaparan Ishak sukses. Dan Alkitab menulis kesuksesannya luar biasa. Mari kita melihat 5 hal sebagai kiat sukses dari Ishak yang membuat dia berhasil.

1. Taat (Kej. 26:2-6)
Allah berfirman kepada Ishak agar jangan pergi ke Mesir dan harus tetap tinggal di Gerar sekalipun ada kelaparan. Ishak merespon dengan baik perintah itu dan taat pada perintah Allah. Ketaatan inilah yang merupakan kunci awal suksesnya Ishak. Banyak kali kita ingin sukses namun kita tidak mau taat/melakukan firman Tuhan. Kita banyak kali mau berkat-Nya saja, namun perintah-Nya kita tidak mau lakukan. Sebenarnya Ishak berhak mengambil kembali sumur itu, sebab ia yang menggali. Namun ia mengalah saja dan bersabar. Akibatnya dia mendapatkan sumur-sumur yang banyak airnya, yang dinamainya “Rehobot”.

2. Bertindak dengan iman (Kej. 26:12-13)
Ishak menabur di tanah Gerar saat ada kekeringan. Menurut hukum alam, di masa kering benih yang ditabur tidak mungkin bertumbuh. Ishak melawan hukum alam, dia terus menabur disertai dengan iman. Hasilnya, luar biasa! Dia mendapat seratus kali lipat sebab Ishak berani menabur. Sebab dia percaya Tuhan pasti menolong. Kadang kita tidak mau atau takut! Berkorban di saat ada kesulitan, atau di saat kita membutuhkannya. Berbeda dengan Ishak, justru dia bertindak dengan iman. Bukankah yang dimaksud dengan “korban” berarti ada luka, meneteskan darah dan kesakitan. Ishak bisa saja berpikir benih yang dia tabur boleh dia simpan untuk dimakan, namun dia tidak pedulikan... Ishak terus bertindak dengan iman.

3. Sabar (Kej. 26:18-22)
Ishak dan para gembalanya menggali sumur yang pernah digali oleh ayahnya Abraham. Beberapa kali dia mengali tapi selalu dirampas/diambil orang. Sumur-sumur itu adalah Esek, yang berati “pertikaian” dan sumur Sitna yang berarti “Perlawanan”. Sebenarnya Ishak berhak mengambil kembali sumur-sumur itu, sebab dia yang gali, Tetapi dia mengalah saja, dia sabar dan akibat kesabarannya dia mendapat sumur-sumur yang lain yang dinamai “Rehobot” airnya banyak. Kadang kita mau berkat Tuhan harus cepat/secara instan tetapi tidak mau mengalami proses Tuhan. Kita tidak mau sabar. “Sabar” adalah 'suffering' artinya menderita berkepanjangan.

4. Bersyukur (Kej. 26:25)
Ketika Ishak ada di Beryeba, Tuhan menampakkan diri padanya dan berfirman kepadanya. Ishak mendirikan “Mezbah” dan memengil nama Tuhan di sana. Dalam kesuksesan Ishak tidak lupa akan Tuhan, dia tahu sukses, kekayaan kehormatan dll itu semuanya dari Tuhan. Kita seringkali lupa sama Tuhan dan tidak bersyukur pada-Nya. Saat kita masih susah, kita selalu memangil nama Tuhan/berdoa pada-Nya, tetapi saat kita sukses, diberkati, kita lupa akan Tuhan. Tidak mau berkorban atau memberi untuk pekerjaan Tuhan, apalagi membawa/mengembalikan apa yang menjadi milik tuhan yaitu perpuluhan.

5. Mengampuni (Kej. 26:26-30)
Pada saat Ishak sukses, ada orang cemburu kepadanya bahkan memusuhi dia. Kita pasti mengalami hal ini. Saat kita sukses pasti ada yang tidak suka. Dalam hal ini Ishak tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, fitnah dengan fitnah. Sebaliknya saat mereka datang bertamu di rumahnya, Ishak menyambutnya dengan mengadakan pesta. Secara manusia, sulit bagi kita untuk mengampuni orang yang pernah sakiti hati kita dan berbuat jahat pada kita, tetapi Ishak mau mengampuni dan pasti dia memberi berkat pada mereka. Mari kita mengampuni. Sebab di dalam pengampunan ada berkat dan keselamatan.

Ishak dapat memberikan teladan bagi kita semua yang rindu meraih keberhasilan. Tuhan tidak pernah pilih kasih. Janji keberhasilan atau sukses diberikan kepada siapa saja asal dalam hidup kita ada ketaatan pada firman, bertindak dengan iman, sabar, tahu bersyukur dan memberikan pengampunan pada orang yang pernah berbuat salah pada kita. Sekarang, lakukanlah apa yang pernah Ishak lakukan. Percaya Tuhan pasti menolong dan memberkati orang yang sungguh-sungguh berharap pada-Nya.
Selengkapnya...

Jumat, 07 Mei 2010

Mengemudikan hidup kita

Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita.

Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah, “Ayah tahu tempatnya?”, tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.

“Tahu, jangan kuatir ...”, jawab Ayah sembari tersenyum.

"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?”

“Tahu, jangan kuatir ...”

“Benar, tidak kesasar Ayah?”

“Benar, jangan kuatir ...”, jawab Ayah tetap dengan sabar.

“Nanti kalau Asa haus, bagaimana?”

“Tenang, nanti Ayah beli air mineral ...”

“Terus kalau lapar?”

“Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ...”

“Emang ayah tahu tempat restorannya?”

“Tahu, sayang ...”

“Emang ayah bawa cukup uang?”

“Cukup, sayang ...”

“Kalau Asa pengin ke kamar kecil?”

“Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ...”

“Emang di musium ada toiletnya?”

“Ada, jangan kuatir ...”

“Ayah bawa tissue juga?”

“Bawa, jangan kuatir ...”, kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

“Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?”

“Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ...”

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung, “Kenapa Asa diam, sayang?”

“Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!”

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan “sedang mengemudi” buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke “gang sempit” yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

Tuhan memberkati.
Selengkapnya...

Kamis, 06 Mei 2010

Sekali anak, tetap anakKu

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya : Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
( Lukas 15:21-23 )


Kali yang kesekian dalam pelayanan pembinaan yang aku kerjakan di salah satu Rumah Singgah di Semarang, tepatnya di Kompleks PKL Jl.Onta Raya ( salah satu daerah pemindahan Pedagang Kaki Lima yang digusur untuk pelebaran jalan, dekat dengan pinggiran kali banjir kanal timur ) sebagai salah seorang Pembina di tempat ini aku acapkali mengalami kejadian-kejadian yang mengejutkan hatiku khususnya dalam mendampingi anak-anak binaanku.
Bagaimana tidak dengan berbagai karakter dan label keluarga mereka seringkali aku harus menempatkan diri bagi anak-anak binaanku sebagai seorang kakak maupun sebagai seorang ayah. Sebagai seorang kakak aku harus menganggap anak-anak tersebut sebagai adik yang harus didampingi, didengar keluh kesahnya dan bersama-sama mencarikan solusi bagi masalah yang mereka hadapi, sedangkan sebagai seorang ayah kami harus selalu memikirkan kebutuhan hidup mereka sehari-hari mulai dari sarapan, makan siang, makan malam sampai dengan mencarikan pekerjaan serta hal-hal yang lain layaknya seorang kepala keluarga.
Pernah suatu kali salah seorang anak binaan kami sebut saja Ari “Kucing” (:Red) waktu mau pulang ke Rumah Singgah mengendarai sepeda motor trus nabrak salah seorang anak kampung yang lagi nyebrang di jalan hingga anak itu kakinya patah dan harus segera dirawat secara serius. Ketika ditanya oleh orang kampung : ”Rumahmu di mana ?” dengan takut-takut Ari “Kucing” berkata : “Aku tinggal di yayasan rumah singgah di jalan onta“. Mendengar hal itu orang-orang kampung yang sedang emosi sempat berkata satu dengan yang lain “Oh yayasan sing nampung anak-anak jalanan kuwi yo ? Bakar wae yayasane…bakar wae yayasane….ora iso ndidik anakke !!”, yang lebih celaka lagi ada di antara mereka yang menanyakan “Sopo pimpinane ? kon nambake sak marine tho !” dan masih banyak omongan-omongan lain yang intinya menyudutkan anak kami. Jujur waktu itu kas rumah singgah lagi kosong, betul-betul membuat aku pusing, bingung dan kehilangan akal. Beruntung ada bapak lurah yang membantu menjadi penengah sehingga semuanya dapat diselesaikan secara kekeluargaan
Lain hari lagi Roni “Ompong” anak binaan kami yang meminjam sepeda motor milik salah seorang aktivis yang lagi berkunjung di rumah singgah karena kurang hati-hati motor yang dikendarai jatuh dan rusak parah. Melihat hal itu kembali aku bersama dengan teman-teman harus mengganti semua biaya perbaikan motor yang ada.
Belum lagi anak-anak binaan yang lain berbuat sesuatu di luar pemikiran kami; Si Putra yang mengiris tangannya dengan siletlah karena stress, Si Hartik yang minum obat “Super Pel” pembersih lantai karena salah paham ama teman hingga akhirnya keracunan, Si Betet ama Si Kawat “ngelem” bareng ama anak-anak saat kakak-kakak Pembina lagi keluar pelayanan dan masih banyak kenakalan-kenakalan lain yang aku jumpai di rumah ini.
Kali yang lain kami kedatangan suami istri yang lagi bermasalah, suaminya baru saja keluar dari penjara sedang istrinya lagi sementara hamil karena dibawa oleh salah seorang rekan kami maka dengan hati belas kasihan kami memberikan salah satu kamar di rumah singgah untuk merawat mereka sementara. Rupanya perbedaan pandangan di antara mereka berdua seringkali mengganggu ketentraman anak-anak yang lain karena seringkali terjadi perang mulut di antara mereka. Padahal rata-rata anak yang kami bina sudah jenuh dengan pertengkaran dan perkelahian, mereka berada di rumah singgah karena ingin mendapatkan kedamaian dan ketentraman. Anak-Anak sering mengeluh kepadaku :”Kak, piye to kak ? Aku ora iso turu nek bengi, lha… wong loro kuwi geger terus, usir wae rak wis kak ?” benar-benar situasi yag membuat aku bingung dan disudutkan.
Satu persoalan belum selesai datang persoalan yang lain, masalah satu belum diselesaikan muncul masalah yang lain, hari-hari yang benar-benar mendebarkan dalam kehidupanku. Hidup ini laksana ombak yang bergulung-gulung tanpa diketahui kapan akhirnya berhenti di tepi pantai, beruntung ombak itu bukanlah Tsunami yang kadangkalatidak dapat dideteksi dan dianalisa kekuatannya.
Teman-teman yang ada di luar, yang melihat pelayanan yang kami kerjakan seringkali bertanya kepada kami :” Kok bisa sih kalian melayani anak-anak yang seperti itu, bukannya untung malah buntung !!” yang lebih tragis kalau ada yang bertanya :” Dapat apa kalian dari melayani anak-anak seperti itu ? ndak ada kan...bukannya dapat “sesuatu” malah barang kalian yang sering dicuri !!!” dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang lain yang kadangkala membuat hati ini bertanya-tanya :” Benarkah Tuhan jalan yang kami ambil ini ?”.
Dalam perenungan pribadi terlintas dalam pikiran ini, siapa sih anak-anak itu ? Saudara kandung bukan, famili bukan, lalu siapa mereka itu ? Kok aku bersama-sama dengan teman-teman ngotot untuk melayani dan memperhatikan mereka, bahkan acapkali tanpa mempedulikan kata-kata orang lain. Apa sih untungnya bagiku memperhatikan mereka ? ndak ada kan….betul juga kata orang-orang di luar. Jadi selama ini apa sia-sia kami melayani mereka ? Pikiran ini terus melayang-layang dan mencari-cari jawaban di antara setiap pertanyaan yang muncul.
Lebih jauh aku merenung, terbayang wajah anak-anak tersebut satu-persatu Si Ari “Kucing”, Si “Jesu” Samsuri, Si Rudi “Kenter”, Si Roni “Ompong”, Si Hartik, Si Agung “Gendut”, Si Agus “Kawat”, Si Jaka “Betet”, Si Putra, Si Jaka, Si Aang dan lain-lain. Satu persatu wajah mereka muncul seolah-olah ada di depanku dan memandang wajahku. Tanpa kata-kata hanya wajah yang dingin tanpa ekspresi. Inikah Tuhan anak-anak yang kami layani ? Kenapa bukan yang lain ? Aku hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.
Namun dari hati kecilku seringkali aku bertanya-tanya kalo Yesus juga bertanya kepada diriku dengan pertanyaan yang sama “Siapa kamu di hadapanku ?” saudara bukan, family bukan, lalu mengapa Aku mau turun dari tahtaku di Surga dan menjadi manusia seutuhnya bahkan rela mengorbankan hidupku mati di kayu salib. Apa manfaatnya bagi-Ku ? tidak ada bukan. Satu saja yang menjadi tujuan Yesus turun ke bumi karena Dia taat kepada Bapa-Nya. Tidak ada keuntungan secara financial berupa materi yang Yesus terima dengan Dia turun ke dunia. Yang ada hanya sebagai Anak Yesus taat kepada Bapanya bahkan sampai mati di kayu salib. Kalau Yesus sebagai Anak bisa taat sampai begitu rupa kepada Bapanya seharusnya kita pun yang mengaku Anak-Anak Allah seharusnya kita juga berkata “Dan jika kita adalah anak maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Jadi ukuran apa yang Allah pakai untuk menyebut kita sebagai Anak-Anaknya, tak lain dan tak bukan jika kita mau menderita bersama-sama dengan Dia supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Lalu penderitaaan seperti apa yang Yesus alami, sampai Dia harus difitnah, disiksa, didera, dicambuk, diludahi, dan akhirnya mati disalib. Apakah Dia mencuri ? Apakah Dia berzinah ? Apakah Dia bersaksi dusta atau mengingini harta sesama-mu manusia ? Jelas tidak. Satu hal yang pasti bahwa Yesus menderita justru karena kebenaran yang dilakukannya makanya Dia menerima Kemuliaan. Dia tidak menghukum perempuan yang ketahuan berbuat zinah, Dia menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, Dia menyelamatkan Perempuan Samaria yang bersuami lebih dari satu, dan masih banyak tindakan-tindakan kasih yang lain yang dikerjakannya, tapi justru karena itu Yesus dibenci oleh Ahli Taurat dan Pemuka-Pemuka Agama Yahudi. Walaupun Dia dibenci tapi Dia juga dicintai, walaupun Dia dikejar-kejar tapi acapkali kehadiran-Nya ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Orang yang sakit, orang yang susah, orang yang kerasukan setan, orang yang miskin dan menderita menunggu-nunggu kehadiran-Nya namun akhir hidup Yesus seperti apa ? Mati secara hina, tergeletak di kayu salib. Apakah Yesus marah ? Apakah Yesus sakit hati ? Apakah Yesus ingin balas dendam ? tidak justru Dia berkata:”Bapa, Ampunilah kesalahan mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Satu bukti kasih yang sejati makanya Dia menerima Kemuliaan.
Melihat kenyataan diatas Aku bisa kembali menegakkan kepalaku, apa yang aku alami belum sebanding dengan kesusahan dan penderitaan yang Yesus alami. Kesusahan yang aku alami di rumah singgah tidak sebanding dengan kemuliaan yang aku dapatkan. Melihat senyum dan perubahan yang dialami oleh anak-anak tersebut tidak sebanding dengan semua masalah dan persoalan yang mereka timbulkan. Memang setiap perjuangan seringkali membutuhkan pengorbanan, untuk memperoleh kemenangan yang besar memang dibutuhkan peperangan yang besar pula. Namun dari semua pengalaman di atas, ada satu pelajaran yang berharga yang aku dapatkan bahwa hubungan kekeluargaan antara Bapak dan Anak adalah hubungan seumur hidup… tidak ada kamus mantan anak atau mantan bapak, yang ada adalah Anakku adalah anakku dengan segala kekurangan dan kelebihannya sedangkan anakmu adalah anakmu dengan segala macam kekurangan dan kelebihannya sebab semua anak diciptakan unik dan istimewa.Sekali anak, tetap anak Ku. Gambaran yang indah mengenai kehidupan keluarga. Selamat mempraktekkannya. Jangan menyerah, maju terus sebab upahmu besar di dunia dan di sorga.



oleh:Samuel Vicktor Repi
Selengkapnya...

Rabu, 05 Mei 2010

Nilai manusia di mata Tuhan

Suatu ketika saat seorang pendeta sedang mengajar anak-anak kecil, ada seorang anak yang tiba-tiba bertanya kepada pendeta, "Pak Pendeta, sedemikian berharganya kah kita sehingga Tuhan Yesus mau berkorban demi kita?"


Pendeta itu heran namun akhirnya tersenyum dengan pertanyaan polos dari anak tersebut. Anak itu benar, seberharga apakah kita ini, manusia, sehingga Tuhan Yesus mau datang ke bumi, menderita dan wafat di salib demi kita semua?

Pendeta itu lalu mengeluarkan selembar uang sebesar Rp 50.000 lalu memperlihatkannya di depan anak-anak tersebut. Pendeta itu bertanya, "Siapakah di antara kalian yang menginginkan uang ini?"

Spontan semua anak mengangkat tangannya sambil berteriak, "Saya! Saya!"

Tentu saja, siapa yang tidak mau diberikan uang 50 ribu rupiah gratis? Berapa banyak permen dan snack yang bisa dibeli dengan uang sebesar itu?

Pendeta itu lalu meremas uang itu keras-keras, lalu kembali memperlihatkan uang itu pada anak-anak. "Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan uang ini?" tanya pendeta itu kembali.

"Saya! Saya!" kata anak-anak itu, biar pun penampilannya jelek, uang kan tetap uang. Dirapikan sedikit nanti bagus lagi kok.

Uang itu tidak diberikan kepada siapa pun, sebaliknya, uang itu dilemparkan ke tanah, diinjak-injak hingga bercampur dengan debu dan tanah. Uang itu sekarang benar-benar kusam dan kotor.

Sekali lagi pendeta itu mengangkat uang itu dan bertanya, "Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan uang yang kumel ini?"

Pendirian anak-anak itu tidak berubah, biar pun jelek, kotor, toh itu tetaplah uang sebesar 50 ribu rupiah!

"Demikianlah nilai kita di mata Tuhan. Sejelek apapun, sebodoh apapun, sekotor apapun, semiskin apapun, betapapun berdosanya kita, Tuhan tidak menganggap kita berbeda. Nilai kita di mata Tuhan begitu besar, bahkan dosa-dosa kita sekalipun tidak menutupi nilai kita di mata Tuhan. Tuhan berusaha agar kita tidak hancur, agar kita tidak lenyap. Karena itu Ia mengutus anak-Nya, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kehancuran."

Karena itu percayalah, sehina apapun diri Anda di dunia ini, tangan Tuhan tetap terbuka untuk Anda.
Selengkapnya...

Selasa, 04 Mei 2010

Kisah lima jari


Kelima jari terdiri dari Jempol, Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis, dan Kelingking. Si Jempol berbangga hati karena meskipun dia pendek dan gemuk, dia adalah Si Ibu Jari. Apapun yang sifatnya bagus dan istimewa, dia yang bekerja. Dengan mengacungkan Jempol, orang-orang tahu bahwa sesuatu adalah istimewa. Iya kan?


Si Telunjuk berbangga hati karena dia menunjukkan kekuasaan. Bukankah orang menyuruh seseorang menggunakan telunjuknya?

Si Jari Tengah berbangga hati karena dia yang paling tinggi. Siapa yang dapat menyangkal?

Si Jari Manis berbangga hati karena dia yang paling manis. Bukankah cincin yang indah pun dilingkarkannya di jari manis?

Bagaimana dengan Si Kelingking? Si Kelingking tidak istimewa, tidak gemuk, tidak tinggi, tidak berkuasa, tidak manis pula. Apanya yang bisa dibanggakan? Sungguhkah Si Kelingking tidak berharga?

Tapi Tuhan memang Maha Adil. Jempol yang istimewa, Telunjuk yang berkuasa, Jari Tengah yang paling tinggi, dan Jari Manis yang manis tidak bisa bekerja sendirian. Cobalah suruh mereka menyuapkan nasi, tidak akan bisa mereka lakukan sendiri. Kerja sama dua jari juga masih sulit. Kerja sama tiga ataupun empat jari mungkin bisa tapi tidak akan maksimal. Nah, kerjasama lima jari bersama dengan kelingking, barulah sempurna. Si Kelingking yang sekilas tidak memiliki kelebihan apa-apa, tampil sebagai penyempurna.

Intinya adalah kerja sama itu indah. Jika kita mampu mengalahkan ego kita masing-masing dan mau menghargai serta bekerjasama dengan orang lain, maka hidup terasa lebih mudah dan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Orang yang sekilas terlihat lemah bukan berarti tidak memiliki kelebihan, bukan berarti pula harus kita sisihkan. Yang perlu dilakukan adalah meletakkannya pada tempat yang tepat sehingga semuanya menjadi indah luar biasa.
Selengkapnya...

Senin, 03 Mei 2010

Menghakimi orang lain

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)

Perintah Yesus sehubungan dengan menghakimi orang lain sederhana sekali. Dia berkata, "Jangan." Rata-rata orang Kristen adalah pribadi yang kecamannya paling menusuk hati. Kecaman adalah salah satu kegiatan biasa dari manusia, tetapi dalam alam rohani tidak adal hasil yang dicapai dalam kecaman tersebut.

Akibat dari kecaman ialah terbaginya kekuatan dari orang yang dikecam. Roh Kuduslah satu-satunya Pribadi yang tepat untuk mengecam, dan Dia sajalah yang sanggup menunjukkan kesalahan tanpa menyakiti dan melukai. Mustahil untuk menjalin persekutuan dengan Allah bila Anda ada dalam suasana hati yang suka mengecam. Kecaman cenderung membuat Anda kasar, ingin membalas dendam dan kejam, serta meninggalkan kesan pada diri Anda bahwa Anda lebih unggul dari orang lain.

Yesus berkata, bahwa sebagai muridNya Anda harus mengembangkan watak yang tidak suka mencela. Ini takkan terjadi dengan segera tetapi harus dikembangkan seiring dengan waktu. Anda harus terus waspada terhadap apapun yang menyebabkan Anda menyangka diri Anda lebih unggul.

Hidup saya tidak luput dari penyelidikan tajam yang dilakukan oleh Yesus. Jika saya melihat selumbar kecil di mata Anda, itu berarti saya mempunyai balok di mata saya sendiri (lihat Mat. 7:3-5). Setiap kesalahan yang saya lihat pada Anda, Allah menemukannya dalam diri saya. Setiap kali saya menghakimi, saya menyalahkan diri saya sendiri (lihat Rm 2:17-24).

Berhentilah menggunakan tongkat pengukur bagi orang lain. Selalu paling sedikit ada satu fakta tambahan, yang tidak kita ketahui, dalam situasi setiap orang. Tindakan pertama yang dilakukan Allah ialah membersihkan kita secara cermat. Setelah itu, tidak ada kemungkinan kesombongan yang masih tersisa dalam diri kita. Saya tidak akan kehilangan harapan terhadap seseorang, setelah memahami hal yang terdapat dalam diri saya di luar anugerah Allah.
Selengkapnya...

Minggu, 02 Mei 2010

8 kado terindah dan tak ternilai bagi orang2 yang anda sayangi

1. KEHADIRAN
•» Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang, kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGAR
•» Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terimakasihpun akan terdengar manis baginya.

3. DIAM
•» Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

4. KEBEBASAN
•» Mencintai seseorang bukan berarti memberi hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
•» Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih "guanteng" atau "cuantik" ?
Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Misalnya vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah.

6. TANGGAPAN POSITIF
•» Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan "terima kasih" atas segala hal yang dia lakukan untuk anda. Ingat-ingat pula, pernahkah anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian, serta permintaan maaf adalah kado indah yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
•»Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai terjadi pertengkaran yang hebat. Bila anda memikirkan hal ini, berarti anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
•» Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang anda kasihi ?
Selengkapnya...

Sabtu, 01 Mei 2010

Segelas susu

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :” Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”

Bertahun-tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Howard. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh !!. Dr. Howard meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Howard melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..”Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu !!” tertanda, Dr. Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa:
“Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
Selengkapnya...