Rabu, 24 Maret 2010

Kasih Bapa

Seorang anak laki-laki yang sangat nakal, suatu hari oleh orang tuanya dimasukkan ke sebuah gudang gelap sebagai hukumannya, supaya menjadi jera. Tapi tangisnya sangat memilukan hati, karena ketakutan berada dalam gudang besar yang gelap seorang diri. Ketika sang ayah akan segera mengakhiri hukumannya karena tidak sampai hati, hal itu tidak disetujui oleh isterinya yang lebih tegas dan tabah, “Supaya benar-benar jera, kita bertahan saja.” Tapi hati sang ayah merasa sangat tidak nyaman dan tidak tahan mendengar ratapan puteranya itu, lalu katanya:”Baiklah aku tidak akan membebaskan dia, aku hanya akan mendampingi saja!” Lalu pergilah dia ke gudang membawakan sedikit roti dan air minum. Begitu sang ayah masuk ke dalam gudang langsung dipeluk erat-erat oleh puteranya, dan tak ada tangisan lagi sebab rasa takutnya sudah hilang. Setelah makan roti dan minum air, ia pun tertidur di pangkuan ayahnya. Ke depan nanti diharapkan anak ini bisa berkurang nakalnya, dan lebih memperhatikan nasehat orang tuanya.

Apakah kita bisa membayangkan kebahagiaan anak itu ketika dijenguk, bahkan kemudian didampingi oleh ayahnya? Seketika segala ketakutannya sirna sebab kehadiran ayahnya mempunyai makna yang sangat besar, yaitu bahwa oleh ayahnya ia diperhatikan, dihargai, dikasihi! Kalau sudah begitu, tak ada lagi ketakutan terhadap apa dan siapapun. Demikianlah seharusnya kita selaku anak Bapa. Setelah menghayati betapa besar kasih Bapa kepada kita, maka tak ada lagi rasa takut terhadap siapa dan apapun dalam hidup ini. Oleh Bapa, karena Bapa dan bersama Bapa hidup kita dilambari atau didasari oleh sukacita yang meresap dan mantap! Bapa lalu menjadi yang utama dalam segala aspek kehidupan kita. Sebagaimana Bapa telah memperhatikan kita dan telah menunjukkan kasihNya yang luar biasa, maka tiba giliran kita untuk berbuat yang sama terhadap Bapa. Ketika merasakan kasihNya kita berbahagia, ketika dapat melakukan yang dikehendaki olehNya, kebahagiaan kitapun berlipat ganda!



MET BERAKTIFITAS^^GBU
Selengkapnya...

Selasa, 23 Maret 2010

Kisah di malam Natal

Lukas 2:14 - "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Efesus 2:17-18 - Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak. Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya udara malam dan dinginnya hati mereka. Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan tempat tinggal yang becek serta ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata. Ada satu kerinduan untuk duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue-kue yang lezat.

Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun malam itu tidak seperti biasanya. Ia kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Entah kapan mereka akan pulang dan berada ditengah orang-orang yang mereka kasihi. Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya keatas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu "Stille Nacht, Heilige Nacht" atau lagu "Malam Kudus". Alunan lembut lagu itu membuat hati para prajurit pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah-tengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyikan lagu itu ternyata adalah seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang. Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannnya sehingga musuh dapat melihatnya. Ia ingin menyampaikan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit tersebut bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi, apakah yang terjadi?

Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian tersebut dengan sebuah alat musik tiup yang dibawanya. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu "Hai Mari Berhimpun". Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka bersama-sama menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.

Saat ini, jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantinya dengan damaiNya!

DOA: Ya Tuhan Yesus, pulihkanlah hatiku dari segala luka, kekecewaan dan kebencian. Penuhilah hatiku dengan damaiMu dan jadikan aku baru. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Kelahiran Yesus mengubah kebencian menjadi kasih!

Selamat Beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati..

by CMN Bandung
Selengkapnya...

Senin, 22 Maret 2010

Kekuatan cinta kasih

'Mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar. Sementara beberapa lainnya selalu mengeluh, complain terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?'

Ramesh menjelaskan-nya dalam kisah yang sangat indah ini.

'Suatu saat, hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti langsung masuk ke Surga.

Tetapi karena sesuatu dan lain hal, malaikat di Surga berbuat kesalahan. Ia kelewatan nama orang itu dan berpikir karena orang tersebut tidak terdaftar di Surga, tempatnya adalah di 'tempat satunya lagi' dan ia langsung mengirimnya ke Neraka!

Dan di Neraka, tidak ada yang men-cek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi. Jadi begitulah, orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berpikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di surga.

Hanya seminggu kemudian, Raja Iblis pergi ke Surga. Marah-marah menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka.

'Ada apa?', tanya malaikat Surga.

Sang Raja Iblis berteriak dengan murka.

"Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan Neraka yang ku-kehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak perduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!"

Dan Ramesh menutup ceritanya dengan berkata,

"Maka hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu. Sehingga apa pun yang terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke Neraka, Sang Iblis sendiri yang akan mengantarmu kembali ke Surga."

by CMN Bandung
Selengkapnya...

Minggu, 21 Maret 2010

Kadang kala hidupmu menangis

Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.

Jangan putus asa !! Bangkitlah !!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?

Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri?
Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!

Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!

Ayah yang selalu mengasihimu, ,

YESUS
Selengkapnya...

Sabtu, 20 Maret 2010

Bahasa cinta

Seorang pendeta pernah memberi kesaksian yang menarik. Ia bercerita bahwa selama belasan tahun, setiap kali membeli ayam untuk istrinya, ia selalu membelikan bagian dada. Selama masa pacaran, ia melihat istrinya selalu makan bagian dada, sehingga ia beranggapan pastilah istrinya menyukai dada ayam. Setelah belasan tahun berjalan, ketika mereka saling membuka diri satu sama lain, barulah ia tahu bahwa sebenarnya istrinya paling suka bagian paha ayam. Lalu mengapa istrinya dulu selalu memilih bagian dada? Ternyata dada ia pilih karena ia tahu suaminya menyenangi bagian paha. Belasan tahun berjalan, tapi masih juga ada hal-hal yang belum diketahui mengenai pasangan hidup. Ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anda dan saya.

Seringkali kita menganggap bahwa apa yang kita sukai pastilah disukai juga oleh pasangan kita, anak kita, keluarga, teman-teman atau orang lain. Ada banyak ayah yang beranggapan bahwa jika mereka mampu mencukupi kebutuhan materi dari anak-anak atau istrinya, ia sudah menjalankan fungsi sebagai ayah teladan. Padahal mungkin pada banyak kesempatan, anak dan istrinya jauh lebih membutuhkan perhatian dan kehadirannya ketimbang pemenuhan kebutuhan materi. Selama saya mengajar dan berinteraksi dengan banyak orang sepanjang hidup saya, saya sampai pada satu kesimpulan: manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda. Baik dari sifat, tingkah laku, hobi, kegemaran, dan sebagainya. Artinya, apa yang saya suka, belum tentu orang lain suka. Apa yang terbaik bagi saya, belum tentu terbaik bagi orang lain.

Tuhan Yesus mengajarkan demikian: "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Kemudian di kesempatan lain: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yohanes 15:12) dan "Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."(Yohanes 15:17). Perintah Yesus adalah untuk mengasihi orang lain, seperti Tuhan Yesus sendiri telah mengasihi kita. Bagaimana Yesus mengasihi kita? Tuhan Yesus mengasihi kita secara luar biasa, hingga mengorbankan diriNya untuk mati di atas kayu salib agar kita semua tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Mengasihi sesama seperti bagaimana Yesus mengasihi kita akan membuat kita harus mulai memikirkan untuk mengasihi orang lain sesuai dengan apa yang mereka butuhkan/inginkan, dan kemudian berusaha untuk memberikan tepat seperti itu. Bukan menurut kita, namun menurut mereka. Karena semua orang berbeda kebutuhan/keinginan nya.

Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan sebuah pengertian mendalam mengenai "bahasa kasih" agar kita bisa menjangkau hati orang-orang disekitar kita. Yang saya maksudkan dengan bahasa kasih adalah sesuatu yang kita berikan kepada orang lain yang didasarkan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, bukan menurut apa yang kita sukai. Ada 5 hal yang biasanya menjadi "bahasa kasih" bagi orang:
1. Kata-kata pujian
Orang yang memiliki bahasa kasih ini biasanya akan bahagia atau merasa dikasihi jika mereka mendapatkan kata-kata positif, seperti dukungan, pujian, pengakuan dan lain-lain. Jika mereka mendapatkan sebaliknya, seperti cacian, kata kasar, melecehkan dan sebagainya, akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.
2. Saat Bersama
Jenis ini akan merasa dikasihi jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka, berbincang-bincang dari hati ke hati, jalan-jalan dan sebagainya.
3. Hadiah
Tipe seperti ini akan sangat senang jika mendapat pemberian, meski yang paling sederhana sekalipun.
4. Bantuan
Orang dengan tipe bahasa kasih seperti ini akan sangat bahagia jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu untuk membantu mereka, meski sedang sangat sibuk. Itu akan sangat berarti bagi mereka.
5. Sentuhan
Tapping on the shoulder, atau bagi suami-istri atau orang tua pada anak: pelukan, ciuman atau gandengan tangan, bisa berarti yang sangat besar bagi mereka.

Beda orang, beda bahasa kasih. Sudahkah anda mengetahui bahasa kasih dari pasangan anda,anak-anak anda, teman anda, dan orang tua anda? Dalam menggenapkan perintah Kristus untuk mengasihi orang seperti halnya Dia mengasihi kita, kita harus tahu apa yang paling mereka butuhkan, sama seperti Yesus mengetahui betul apa yang paling kita butuhkan. Meskipun segala sesuatu yang kita berikan dengan tujuan baik didasari kasih yang tulus tetaplah baik adanya, ada kalanya curahan kasih kita tidak akan maksimal jika kita salah memberi. Terkadang tanpa mengetahui bahasa kasih dari orang yang kita sayangi, kita bisa gagal dalam menyatakan kasih kita pada mereka. Malah bisa berujung pada pertengkaran, karena kita merasa pemberian kita tidak dihargai, mereka merasa tidak diperhatikan dan lain-lain. Jika Yesus mengasihi kita dengan memberikan yang terbaik buat kita, karena Dia tahu betul apa yang kita butuhkan, ini saatnya kita memberikan yang terbaik pula buat orang-orang yang kita kasihi, dengan mengenal terlebih dahulu apa yang paling mereka butuhkan sesuai dengan bahasa kasih mereka. Mari kenali bahasa kasih masing-masing, dan nyatakanlah kasih dengan maksimal.

Kenali bahasa kasih dari orang-orang yang kita sayangi
Selengkapnya...

Jumat, 19 Maret 2010

Ketika semua orang menahan anda

Empat puluh hari setelah Yesus di cobai di padang gurun oleh iblis, Dia memulai pelayanannya. Di kota bernama Kapernaum ini Yesus melakukan berbagai mukjizat dan juga mengajar dengan penuh kuasa. Orang-orang Kapernaum begitu terpukau oleh-nya, sehingga ingin menahannya agar berada lebih lama di kota itu. Tapi apakah jawab Yesus?

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." (Lukas 4:43).

Yesus melawan arus, Dia menolak apa yang diinginkan oleh orang banyak karena Dia tahu pasti apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dia sedang mengemban tugas yang sangat penting, sehingga Dia tidak bisa membiarkan sesuatupun menghalangi untuk menggenapi rencana Bapa-Nya.

Bukankah Anda bersyukur Dia membuat pilihan itu? Apa jadinya jika Dia tetap berada di Kapernaum? Mungkin Dia tidak pernah menemui murid-muridnya, atau mungkin tidak pernah ada karya salib. Namun tidak, Yesus tahu prioritasnya. Dia mengasihi orang-orang Kapernaum, namun Dia tahu tujuan yang lebih besar telah menantinya. Mungkin Dia berkata, "Menurutku tujuanku adalah menyelamatkan seluruh dunia, dan salib adalah tujuan hidupku. Tetapi seluruh kota ini memintaku untuk tinggal di Kapernaum. Apakah mungkin semua orang ini salah?"

Ya... orang-orang itu salah. Yesus menolak sesuatu yang baik agar Dia bisa melakukan hal yang benar. Dia menggenapi panggilan-Nya, Kayu Salib.

Dua hari menjelang tahun baru ini, apakah Anda mengalami hal yang sama seperti yang Yesus alami. Adakah hal-hal baik yang menahan Anda untuk melangkah maju? Jika "Ya" adalah jawaban Anda. Lakukan seperti yang Yesus lakukan. Tolaklah, dan lakukanlah yang benar. Genapi panggilan Anda! Genapi rancangan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda.

Hal yang baik, tidaklah selalu merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Salib sepertinya adalah sesuatu yang buruk bagi semua orang saat itu, namun Yesus tahu pasti panggilan-Nya. Dia terus maju. Bagaimana dengan Anda? Siapkah Anda menuju salib Anda sendiri. Sebuah panggilan sorgawi yang hanya Anda bisa menggenapinya bahkan saat semua orang berusaha menahan Anda untuk melakukan sesuatu yang baik bersama mereka. Maukah Anda meninggalkan mereka? Ingatlah, jawaban Anda hari ini akan berdampak atas masa depan yang akan Anda jalani di tahun 2010 nanti.
Selengkapnya...

Kamis, 18 Maret 2010

Pedoman hidup

1. Jika sudah terjadi masalah, tidak harus dihindari (bingung), tapi harus dihadapi dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai / ada jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal tidak boleh berpikir negatif, seperti: Saya tidak bisa, tidak mampu dst. Tapi selalu berpikir positif, seperti: Saya bisa, pasti ada jalan keluar dan lainnya.
3. Susah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! Pikiran adalah pelopor!! Jadi jaga pikiran kita baik-baik, jangan pikir yang jelek / negatif, selalu berpikir yang positif / baik.
4. Segala kesulitan / kesusahan akan berakhir, sebesar apa pun masalahnya akan selesai dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan, “Tak ada pesta yang tidak berakhir.”
5. Menurut penelitian di Amerika, orang berhasil / sukses 85% ditentukan oleh sikap / perilaku / attitude, 15% baru ditentukan keterampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.
6. Segalal sesuatu berubah (annica). Kita tidak perlu susah, misalnya sekarang susah, selanjutnya pasti berubah jadi senang. Sekarang ada orang yang idak senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.
7. Hukum karma berarti berbuat baik akan mendapatkan hasil baik dan sebaliknya. Seperti tanam padi pasti panen padi. INGAT!! Usahakan setiap saat berbuat (TANAM) kebaikan agar mendapatkan (PANEN) kebaikan, jangan melakukan kejahatan!!
8. Kesehatan adalah paling nomor satu (berharga). Jaga kesehatan kita dengan olah raga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.
9. Hidup ini penuh dengan masalah / persoalan / penderitaan. Jadi kita sudah tahu tidak mungkin selalu lancar / tenang. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenang untuk menghadapinya. Itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.
10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku-buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.
11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain karena kita akan dinilai jelek oleh orang yang mendengarkannya.
12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Jika bergaul dengan orang baik, kita akan menjadi baik, jika bergaul dengan orang jahat, kita akan menjadi jahat. Maka bertemanlah dengan orang baik.
13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apa pun juga (menurut ajaran agama). Jadi kita harus seslalu ingat, patuh / sayang, berbakti pada orang tau dan menjaga nama baik keluarga.
14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi janganlah minder dengan kekurangan kita, tapi kembangkanlah potensi kelebihan kita.
15. Jangan mempertentangkan / memperdebatkan hal-hal kecil yang tidak berguna dengan siapa pun juga.
16. Dalam keadaan bingung / marah / takut / susah / tidak tenang, cara mengatasinya adalah tarik napas dalam-dalam terus menerus dalam keadaan mata dan mulut tertutup (bernapas keluar masuk melalui hidung), sampai kita tenang. Bisa juga dilakukan dalam keadaan mata terbuka.
17. Kunci sukses dalam hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa / sembahyang, banyak berbuat baik dan tidak boleh berputus asa.

SALAM SUKSES DAN BERBAHAGIA!!

Selengkapnya...

Rabu, 17 Maret 2010

Menari di tengah hujan

“PenyertaanMu sempurna, rancanganMu penuh damai, aman dan sejahtera walau ditengah badai…”

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, ?Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?? Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, ?Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku?

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.?
Selengkapnya...

Selasa, 16 Maret 2010

Uang logam yang tak berharga

Pandanglah burung-burung di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? – Mat. 6:26

Dulu, orang sering memungut uang logam yang jatuh. Tetapi sekarang, sekeping uang logam tidak lagi berharga. Kita jarang melihat orang memungut koin. Pemerintah mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk membuatnya daripada nilai uang itu sendiri. Lagi pula, saat ini hampir tidak ada lagi barang yang dapat kita beli hanya dengan koin.

Baru-baru ini, sepulang dari gereja, aku menemukan sebuah koin di areal parkir. Aku mengambil koin itu dan memperhatikannya dengan saksama. Koin itu bengkok, cacat dan sangat jelek.

Saat ini, aku menyimpan koin itu di dalam gelas perjamuan. Koin itu mengingatkanku tentang betapa sering dunia melihatku sebagai seorang yang bengkok, cacat, jelek dan tidak berguna. Dunia tidak mempedulikanku sama sekali. Gelas perjamuan itu mengingatkanku bahwa hanya ada Satu Pribadi didalam hidup yang melihat nilaiku dan mau mempedulikanku. Yesus tidak hanya melihat diriku; Ia mati bagiku. Aku berharga!

Saat kita merasa tidak berharga dan jelek, kita dapat mengingat Pencipta yang Agung. Ia memperhatikan, memberikan waktu, dan menjangkau hidup kita.

Doa: Ya Allah, terima kasih karena Engkau mengasihi kami. Bukalah mata kami untuk melihat orang lain yang merasa tidak berharga dalam perjalanan hidup kami. Berikan kami kasih seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin.

Pokok Pikiran: Saat kita terus-menerus mengasihi, kita menjadi serupa dengan Allah.
Selengkapnya...

Minggu, 14 Maret 2010

Pelangi sehabis hujan

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera - Yeremia 29:11

Nathaniel Hawthorne sangat kecewa. Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor bea cukai Boston. Massachusetts, tempatnya bekerja. Ternyata, ia diberhentikan. Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya. Dunia seolah-olah sudah kiamat. Ia berjalan pulangn dengan perasaan bingung dan gundah. Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya. Hawthorne semakin gelisah. Hari itu sungguh menjadi hari yang panjang baginya.

Setibanya dirumah, ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya. Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya, mengambil sebuah pena dan tinta, lalu meletakan keduanya di meja dekat perapian. "Tidak usah bersedih." katanya. "Kau punya banyak waktu sekarang. Kau bisa mulai menulis." Empat tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia :The Scarlet Letter.

Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain. Kuncinya adalah tidak putus asa, terus berusaha, dan terutama tetap berpaut pada Tuhan, sang sumber hidup. Jika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi, tentu ada maksud baik di balik hal itu.

Itulah janji Tuhan kepada umat-Nya dalam bacaan Alkitab hari ini. Di tengah penderitaan dan kegalauan akan gelapnya masa depan umat, Tuhan membawa berita pengharapan melalui nabi Yeremia. Itu jugalah janji Tuhan kepada kita saat duka menerjang. Hanya, maukah kita percaya dan tetap menaruh pengharapan kepada-Nya?

Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu untuk membuka pintu yang lain
Selengkapnya...

Sabtu, 13 Maret 2010

Kerinduanku

Seorang Bapa sedang berkumpul dengan anak-anakNya.

Salah satu dari anak tersebut bertanya “Bapa, jika aku menuruti perintahMu, ke gereja setiap minggu tanpa pernah absent, aku rajin membaca alkitab, dalam setiap tindakanku aku tak pernah lupa menyertakanMu dengan berdoa padaMu, aku juga mempersembahkan sepersepuluh sebagian penghasilanku untukMu bahkan terkadang aku memberikan semua padaMu bapa. Apa yang bisa kau beri padaku, Bapa??”

“Aku akan memberiMu air mata, anakKu” jawab Bapa tersebut.

Sesudah Bapanya menjawab demikian, anak tersebut tertegun. Dia terdiam lama sekali dan berpikir dengan keras sekali untuk mengerti maksud BapaNya.

“Bapa, aku telah berpikir dengan begitu keras akan tetapi aku tidak dapat mengerti, mengapa engkau memberi aku segala cobaan dan penderitaan sehingga aku menangis. Mengapa tak Kau beri aku kesenagan sehingga aku tertawa, Bapa??”

Bapa itu hanya tersenyum dan berkata “AnakKu yang Kukasihi, aku memberiMu air mata tersebut karena Aku merindukanMu”

“Akan tetapi Bapa, jika atas semua yang telah aku berikan, kau hanya memberi aku air mata, adilkah ini Bapa??”.

Dengan mata berkaca-kaca, Bapa tersebut menjawab “AnakKu, tahukah kamu betapa Aku sangat mencintaiMu. Tak ada sedikitppun niatKu untuk membuatmu menderita meskipun seringkali Kau melupakannKu disaat kau sedang bergembira. Saat engkau menangis, saat itu pula Aku menangis. Aku memberiMu air mata agar kau datang padaKu dimana Aku bisa mendekapMu dalam pelukanKu anakKu sehingga Aku bisa menghapus air mata tersebut. Aku sangat merindukanMu, anakKu. Dengan air mata itu, engkau akan Kukuatkan.”

Kita sering mendapat cobaan yang terkadang tidak kita mengerti. Yakinlah selalu bahwa cobaan tersebut ada karena Tuhan sangat merindukan kita.
Selengkapnya...

Jumat, 12 Maret 2010

Memilih

“Our lives are a sum total of the choices we have made.” — Dr. Wayne Dyer

Alangkah beruntungnya manusia.

Tuhan memberi kesempatan untuk menjalani setiap detik dalam hidup kita dengan pilihan. Dari bangun tidur, sampai kita tidur lagi, kita dapat memilih. Begitu bangun di pagi hari, Anda dapat memilih untuk langsung bangun dan beraktifitas, atau memilih untuk bermalas-malasan di tempat tidur. Di pagi hari, Anda dapat memilih untuk menyapa anak, istri dan keluarga di rumah dengan semangat dan senyuman, atau cemberut dan mengomel bahwa Anda kesiangan. Sambil sarapan, Anda dapat memilih untuk berbicara dengan anak Anda tentang sekolahnya, membaca berita buruk di koran, atau nonton gossip artis di TV. Di kantor, Anda dapat memilih untuk memulai menyelesaikan pekerjaan Anda, atau sekedar chatting dengan teman-teman Anda di kantor lain. Dan seterusnya. Pendek kata: Anda memiliki pilihan.

Dahsyatnya kekuatan pilihan, dapat Anda lihat dari kehidupan orang-orang sukses. Dunia teori fisika tidak akan diperkaya dengan “radiasi Hawking” seandainya Stephen Hawking memilih untuk menyerah ketika mendapati dirinya lumpuh akibat amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Entah bagaimana wajah industri software komputer saat ini, kalau saja Bill Gates memilih untuk melanjutkan kuliah dan membuang mimpinya merintis perusahaan perangkat lunak bersama Paul Allen. Mungkin tim balap Formula 1 dan produsen mobil sport terkemuka Ferrari tidak akan pernah ada, kalau saja Enzo Ferrari memilih untuk cukup puas menjadi karyawan Alfa Romeo.

Lalu apakah dengan demikian kita harus menunggu untuk membuat sebuah keputusan besar sebagaimana Hawking, Gates atau Ferrari? Tidak. Mereka tidak serta merta membuat sebuah keputusan besar. Namun melalui hidupnya dengan pilihan-pilihan kecil yang membentuk keputusan besar mereka di kemudian hari. Bill Gates tidak serta merta memutuskan untuk mendirikan Microsoft. Namun jauh sebelumnya, Gates muda telah memilih untuk mengikuti “ekskul” komputer di SMA nya. Memilih untuk “hang out” dengan Paul Allen dan kawan-kawan untuk mengutak-atik program komputer, memilih untuk berbisnis di usia muda dengan membuatkan program untuk produsen Altair, kemudian IBM PC, dan seterusnya. Pilihan-pilihan kecil yang kemudian membentuk seluruh hidupnya.

Setiap detik adalah pilihan. Dan setiap pilihan, sekecil apapun, menentukan masa depan kita.

Namun, apakah kita sudah benar-benar memahami bagaimana caranya memilih? Sebagai contoh, ketika ada peluang usaha ditawarkan kepada kita, apakah kita memilih untuk serta merta menolak, atau mencoba mempelajarinya dahulu? Di sebuah acara formal, ketika kita melihat ada orang yang dapat memberikan pengaruh positif kepada kita, apakah kita memilih untuk berkenalan, atau malah menunduk malu dan menghindar? Ketika anak kita tidak mengikuti kemauan kita, apakah akan kita hardik dengan amarah, atau coba ajak bicara? Pilihan-pilihan kecil. Namun bisa berdampak besar.

Ya, tapi bagaimana cara memilih? Mengapa kita sering ada dalam situasi yang sepertinya “salah pilih”. Apakah ada teknik untuk membantu dalam memilih? ADA.

Salah satunya yang menurut saya sangat efektif digunakan di banyak bidang kehidupan adalah teknik H-O-W yang diajarkan oleh David Freemantle dalam buku-nya “How to Choose”.

Teknik H-O-W ini terdiri dari tiga bagian:

1. Hesitate (Pertimbangan)

Langkah pertama adalah untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum Anda memberikan reaksi. Melakukan pertimbangan berarti tidak memberikan reaksi spontan yang seringkali hanya didorong emosi. Contohnya ketika karyawan Anda ada yang melakukan sebuah kesalahan fatal yang merugikan bisnis Anda, apakah yang akan Anda lakukan: memaki, menampar atau langsung memecat. Itu kalau Anda tidak menggunakan pertimbangan. Pertimbangkanlah. Anda punya pilihan. Diamlah sejenak, untuk masuk ke tahap memilih berikutnya.

2. Outcomes (Hasil)

Sudahkah Anda memikirkan hasil yang akan Anda peroleh. Dan yang lebih penting lagi, hasil apakah yang Anda inginkan dari pilihan yang akan Anda ambil? Ketika raport anak Anda di sekolah demikian jeleknya, mungkin Anda ingin memarahi Anak Anda habis-habisan hingga ia menangis, terluka hatinya, dan hilang rasa percaya dirinya. Itukah hasil yang Anda inginkan? Atau Anda menginginkan anak yang bahagia, optimis, percaya diri, dan buahnya nanti adalah prestasi yang baik? Pikirkan dulu hasilnya, sehingga Anda dapat masuk ke tahap memilih yang ketiga.

3. Ways (Cara)

Kalau sudah ketahuan hasilnya, Anda bisa memperluas pemikiran Anda ke cara-cara yang dapat Anda tempuh. Jika hasil yang ingin dicapai adalah karyawan yang tidak melakukan kesalahan, mungkin Anda bisa mulai menulis aturan perusahaan yang lebih tegas, melakukan pelatihan kembali, atau mungkin sistem dan prosedur perlu dibenahi. Jika anak yang sehat lahir batin, bahagia, optimis, bertanggung-jawab dan percaya diri yang ingin Anda peroleh, maka mungkin Anda bisa mulai memberi kepercayaan, tanggung-jawab dan bimbingan untuk anak Anda. Cara ini dapat Anda kembangkan seluas-luasnya, dan dapat Anda jalankan secara parallel.

Ah, tapi hidup adalah pilihan. Menerapkan teknik ini atau tidak, adalah pilihan Anda.

Selamat membuat pilihan yang lebih baik.GBU^^
Selengkapnya...

Kamis, 11 Maret 2010

Penyembuhan luka batin

Luka Batin

Luka batin adalah sebuah peristiwa atau pengalaman yang sangat mengguncang atau menyedihkan sehingga melukai perasaan/batin kita. Peristiwa atau pengalaman ini dapat menciptakan trauma yang membekas dan melekat sampai ke batin yang paling dalam. Seperti kita tahu, sebenarnya kejadian yang kita sadari adalah hanya kurang dari 20% dari apa yang kita sadari. Seperti saat kita bernafas, kita seringkali tidak menyadari bahwa sebenarnya kita itu bernafas. Demikian juga dengan pencernaan, berpikir, dan emosi. Masih banyak lagi hal-hal yang terjadi di dalam diri kita yang tidak kita sadari.

Nah, peristiwa atau pengalaman yang sangat megguncangkan atau menyedihkan itu seringkali terbawa ke batin kita dan menciptakan luka traumatik di sana. Mungkin kita sudah mencoba melupakan peristiwa/pengalaman traumatik tersebut, tetapi seringkali melupakan itu belum menyembuhkan. Suatu saat ketika tiba-tiba kita teringat, kita sering luka itu menganga lagi dan membuat kita menjadi sedih lagi. Bahkan sering kali kesedihan itu berkelebat setiap waktu dan mengakibatkan depresi/stress, terutama jika peristiwa itu begitu menyakitkan hati.

Contoh-contoh penyebab luka batin misalnya: dikhianati pasangan/pacar, ditelantarkan orang tua, disia-sia orang tua/orang lain, bertengkar, marah/kecewa, dendam, dan lain-lain. Sering kali karena kita tidak dapat/sulit mengampuni, semuanya itu menjadi luka batin yang serius. Luka batin yang serius sangat berbahaya bagi jiwa karena dapat menimbulkan dampak negatif, tidak hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang-orang lain di sekitar kita, terutama orang-orang yang kita kasihi. Banyak sekali kasus bunuh diri karena luka batin ini. Atau banyak sekali orang menjadi tega melakukan tindak kekerasan karena luka batin ini.

Lebih parah adalah karena jika kita menderita Luka Batin, maka berkat dan rahmat Allah bisa tidak sampai ke diri kita, seolah kita terhalang untuk menerima berkat Allah. Bukankah Allah akan mengampuni kita jika kita mengampuni sesama kita? Jadi jangan sampai luka batin ini menjadi penghalang bagi kita untuk menerima berkat dan rahmat Allah yang luar biasa indah dan melimpah itu.

Adakah Obatnya?

Obat bagi penderita LB sebenarnya sangat murah, tetapi obatnya sangat pahit. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak karena Allah telah memberikannya dengan cuma-cuma. Tetapi untuk menelan obat ini sangat pahit. Kita harus menanggalkan segala ego dan harus merendahkan diri serendah mungkin, yaitu untuk berserah total kepada Allah dan untuk mengampuni orang lain.

Seringkali kita begitu sulitnya mengampuni kesalahan orang lain, padahal syarat agar dosa/kesalahan kita diampuni adalah dengan mengampuni kesalahan orang lain. Tidak hanya mengampuni orang-orang terdekat yang kita kasihi, tetapi bahkan juga bagi musuh kita.

Berikut ini adalah tips singkat untuk memperoleh keselamatan, kesembuhan dan pembebasan. Tips ini oleh-oleh dari Retret.

1. Mengampuni kesalahan sesama dan berdamai.
2. Memohon pengampunan kepada Allah, terutama karena Yesus Kristus telah menebus dan menyembuhkan kita.
3. Selalu berdoa, tiada hari tanpa doa.
4. Membaca, merenungkan, menghayati dan melakukan Firman Allah.
Selengkapnya...

Rabu, 10 Maret 2010

Kenali Pertanda Dia jodohmu

Penulis buku “21 Ways to Attract Your Soul Mate”, Arian Sarris
Memberikan rahasianya:

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang Panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya,caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf). Kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.


Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa Memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah Pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang,ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda dating menyerang? Dia cepat-cepat datang dan mencarikan obat tatkala mendengar kabar Anda sakit? Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak Peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di Tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi Menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?
Selengkapnya...

Selasa, 09 Maret 2010

Hidup intim dengan Tuhan

Selama saya berkeliling ke menara-menara doa di dalam masa puasa ini, ada 2 pesan Tuhan yang sangat kuat, yaitu:

1. Tentang keintiman dengan Tuhan
2. Tentang Kerajaan Allah

Tema yang Tuhan berikan adalah: "Aku datang segera!" Saudara harus hidup intim dengan Tuhan hari-hari ini. Ada beberapa alasan mengapa kita hidup intim dengan Tuhan, yaitu:

1. Mengasihi Tuhan.

Kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Ini adalah kuncinya! Kalau Saudara mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan, maka otomatis Saudara jadi intim dengan-Nya.

2. Intim dengan Tuhan.

Keintiman itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah dewasa. Artinya, kerohanian Saudara harus dewasa, menjadi orang Kristen yang dewasa. Menurut hukum di Indonesia, jika seseorang sudah mencapai umur 21 tahun, maka ia dinyatakan akil-baliq, sehingga tidak perlu perwalian lagi karena ia telah disebut dewasa.
Pesan Tuhan buat kita, yaitu supaya kita semua menjadi orang Kristen yang dewasa! Jangan jadi Kristen anak-anak yang setiap harinya hanya minum susu saja! Artinya, hanya menyukai Firman Tuhan yang ringan dan "lucu". Begitu Firman Tuhan yang disampaikan agak sedikit berat dan apalagi seperti menempelak dirinya, ia langsung berkata, "Tidak enak gereja di sini, saya pindah saja. Masa" orang disinggung-singgung terus. Siapa yang beritahu rahasia saya? Mengapa hamba Tuhan itu bisa tahu?"

Seorang Kristen yang dewasa, ketika menerima teguran dari Firman Tuhan, ia akan berkata, "Amin! Amin! ... Oh, Tuhan, saya mau berubah ... saya mau berubah!"

Seorang Kristen yang dewasa mempunyai karakter seperti prajurit. Sebab tidak ada seorang anak yang bisa menjadi prajurit, kecuali pemberontak-pemberontak di Afrika yang merekrut anak-anak kecil. Tetapi prajurit dari pemerintahan yang sah pastilah seorang yang telah dewasa!

Salah satu karakter dari seorang prajurit yang sedang berjuang adalah tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupan, dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Memang soal-soal penghidupan itu perlu kita perhatikan, tetapi kalau kita selalu memusingkan diri dengan hal-hal seperti itu, misalnya:

* "Besok saya makan apa?
* Anak saya bagaimana?
* 10 tahun lagi saya bagaimana?"

Dan itu terus yang menjadi perhatiannya, maka ia bukan seorang yang mempunyai karakter prajurit.

Padahal Tuhan sudah berkata, "Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Semua itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapa-mu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Karena itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, ... maka ('bonusnya') ... semuanya akan ditambahkan kepadamu!" (Matius 6:33)

Apakah Saudara masih ingat dengan prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang itu? Mari kita bersama-sama kembali merenungkannya. Bayangkan, prajurit Gideon yang jumlahnya hanya 300 orang ini akan berperang melawan bangsa Midian yang prajuritnya tangguh-tangguh.

Apakah Saudara masih ingat dengan prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang itu? Mari kita bersama-sama kembali merenungkannya. Bayangkan, prajurit Gideon yang jumlahnya hanya 300 orang ini akan berperang melawan bangsa Midian yang prajuritnya tangguh-tangguh.

Dikatakan bahwa prajurit-prajurit Midian membawa persenjataan yang lengkap seperti pedang, tombak dan panah. Sebaliknya prajurit Gideon ini senjatanya lebih luar biasa lagi, yaitu di tangan kanan memegang sangkakala dan di tangan kirinya memegang buyung kosong yang isinya hanya obor atau suluh.

Kemudian Gideon berkata, "Perhatikan aku! Lakukan apa yang aku lakukan!" Anehnya, satu pun dari prajuritnya tidak ada yang bertanya, "Waduh Gideon, apa ini tidak salah, masa berperang seperti ini?", tetapi sebaliknya mereka hanya berkata, "Siap!!!" Mungkin mereka tidak mengerti, tetapi mereka tetap berkata, "Siap!!!"... inilah karakter prajurit yang Tuhan mau.

Kemudian Gideon memberi perintah untuk meniup sangkakala. Ketika Gideon meniup sangkakala maka seluruh prajurit juga meniup sangkakala. Setelah itu mereka lalu memecahkan buyungnya sehingga muncullah suluhnya dan mereka berteriak, "Pedang demi Tuhan dan demi Gideon! Pedang demi Tuhan dan demi Gideon!" Selanjutnya apa yang terjadi? Dikatakan bahwa prajurit-prajurit Midian yang begitu kuat berteriak-teriak karena bingung dan ketakutan dan akhirnya lari semua! Orang Israel mengalami kemenangan! Haleluya!!!

Saudara yang dikasihi Tuhan, tuntunan Tuhan kebanyakan tidak masuk akal! Catat ini baik-baik! Gereja ini sekarang berumur 21 tahun, setiap bulan Tuhan memberikan tuntunan untuk disampaikan, sampai hari ini. Dan rata-rata tuntunan Tuhan itu tidak masuk akal. Pada waktu kita mau memasuki puasa ini, ada sesuatu yang luar biasa, yaitu:

* kita berpuasa selama 21 hari,
* dimulai pada tanggal 21 November, dan ini tidak dibuat-buat.
* selesai puasa tanggal 12 Desember (angka 21 yang dibalik),
* dan ini terjadi pada waktu umur gereja kita 21 tahun,
* serta ketika saya sudah mengunjungi Tanah Perjanjian sebanyak 21 kali.
* Dan yang luar biasa, setelah Daniel berpuasa 21 hari, dia bertemu dengan Tuhan dan Tuhan memberikan pengertian kepadanya tentang apa yang akan terjadi.

Saya ingat di tahun 2006, Tuhan katakan, "Tahun 2006, tahun mujizat dan tahun kesembuhan!" Pertama-tama kita hanya mengucapkannya dulu, dan belum terjadi apa-apa. Lewat satu bulan juga belum terjadi apa-apa, tetapi begitu masuk 1-2 bulan, orang-orang mulai berkata, "Eh, ngomong apa itu?" Ini memang resiko daripada sebuah visi.

Awalnya karena percaya maka kita perkatakan, tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan belum terjadi apa-apa, orang-orang mulai mempertanyakan; bahkan meragukan kebenaran dari visi yang diperkatakan itu. Tetapi apa yang terjadi? Kalau kita lihat hari ini, apa yang Tuhan katakan itu benar-benar sudah terjadi!

Saudara, jangan sampai kehilangan momentum yang seperti ini. Sebab janji Tuhan pasti ya dan amin! Saudara akan dipulihkan dan akan mengalami kelimpahan. Tetapi nanti ketika dituntun dan Saudara "miss" dalam hal ini, maka itu tidak akan terjadi. Tetapi kalau Saudara intim dengan Tuhan, Saudara akan tahu dan berkata, "Mengapa seperti ini, Tuhan? Tetapi karena Engkau yang mengatakannya, aku akan tetap lakukan!" Orang yang seperti inilah yang akan mengalami apa yang Tuhan janjikan!

Ketika bulan September tahun 2008 resesi ekonomi dan keuangan mulai melanda dunia, Tuhan justru berkata sebaliknya, "Tahun 2009, Tahun Mujizat dan Tahun Kesembuhan Yang Kreatif! Percayakah engkau akan hal ini?"

Dan ternyata memasuki tahun 2010 ini dunia mulai digoncang lagi. Institusi keuangan 'Dubai World' yang tadinya disangka begitu kuat, tiba-tiba goyang juga dan entah bagaimana selanjutnya. Mungkin itu hanya sebagai salah-satu contoh dan kita tidak tahu apa lagi yang akan goyang selanjutnya. Selanjutnya Tuhan berkata, "Sekali lagi, Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, tetapi langit juga!" Tuhan sedang mau menggocang-goncang, tetapi di tengah-tengah goncangan itu Dia berkata, "Tahun 2010, Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan!! Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan! Percayakah engkau akan hal ini?"
Selengkapnya...

Senin, 08 Maret 2010

Pengorbanan seorang ibu

“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,”Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

mother and childSuatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

“Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?” Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.

Sumber: SMART FM, Action and Wisdom with Andrie Wongso
Selengkapnya...

Minggu, 07 Maret 2010

Sebuah Kisah

Dear Diary,
Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:


- Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.
- Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!
- Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.
- Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.
- Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).
- Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makang siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!
Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.

Dear Diary,
Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.

Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella. Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, "Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!"

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.

Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong "Hayo loo Vel, dia denger lho!!"

Tapi ada juga yang ngomong, "Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus."

Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.

Dear Diary,
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet JaCkson Di! Tau kan liriknya?

Doesn't really matter what the eyes is seeing,
Cause im in love with the Inner being.

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar... Betapa baiknya Evan... Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa begonya Vella...

- Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari...
- Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun...
- Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget...
- Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella... dengan naik taksi ke rumahnya...
- Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan...
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella...

Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella... dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan... Ya Tuhan Di, betapa begonya Vella yah... Vella yang berutung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.

Dear Diary,
Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang... Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan... Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya...

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya... aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.

Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di... thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:

Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku...

NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan...
Selengkapnya...

Jumat, 05 Maret 2010

Keindahan cinta

Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah Anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita berjalan lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibunda Anda. Kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta itu…
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak,
Sahabat, Semuanya…

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata… “betapa lelahnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya …
Selengkapnya...

Kamis, 04 Maret 2010

Surat Kecil Untuk Tuhan (True Story)

Apalah artinya hidup bila anda hanya memiliki sebuah kesempatan untuk berpikir bagaimana anda hidup lebih lama lagi?

Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi pada seorang anak bernama Gitta Sassa Wanda Cantika mantan artis cilik era tahun 1998an. Gadis cilik berusia 13 tahun yang divonis mengalami kanker ganas yang nyaris membuat wajahnya menjadi tampak seperti monster, dokter mengvonis gitta akan mati dalam waktu 5 hari bila tidak melakukan operasi. Tapi orang tuanya tidak tega buat melihat separuh wajah dari putrinya harus hilang karena operasi, dan terlebih Gitta seorang gadis bagaimana dia menatap masa depannya.

Kasus kanker ganas tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia. dan menjadi perdebatan karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua. Tuhan memang maha adil dengan segala upaya akhirnya orang tua si anak mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan melalui kemotrapi yang bisa kalian bayangkan bertapa menyakitkan sebuah kemotrapi yang terjadi satu kali bisa membuat rontok semua helai rambut di tubuh, dan itu terjadi sebanyak 25 kali pada seorang gadis kecil itu sembuh.

Ketika semua orang bersuka cita pada kesembuhan gitta. rupanya kesempatan sembuh itu hanya sebuah kesempatan. Kanker itu datang kembali dengan menjadi lebih ganas. Gitta pun pasrah melewatkan hidupnya dengan kanker yang semakin mengganas wajahnya hingga menyentuh paru parunya. Hebatnya dari gadis ini, ia nekad ingin sekolah dengan keadaan seperti ini. Hinaan bahkan cacian dari orang orang yang melihatnya tidak ia pedulikan, yang paling menyedihkan adalah, ketika ujian kenaikan kelas disaat ujian tangannya tak mampu lagi bergerak hingga hidungnya mimisan ia masih ingin terus ujian dan lulus naik kelas. Tekadnya begitu hebat sampai sampai ibu megawati memberikan penghargaaan khusus padanya sebagai siswa teladan.

Tapi inilah kehidupan. Tuhan punya rencana lain padanya, dan akhirnya ia harus pergi setelah 3 tahun mendekap dengan kanker ganas tersebut, bayangkan hidup dengan kanker ganas selama 3 tahun tanpa pernah mengeluh bahkan ia selalu tegar, hingga Tuhan menjemputnya.

Ia bahkan menuliskan surat kecil kepada Tuhan ketika didetik detik kematiannya dalam bentuk puisi seperti ini :

ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN

TUHAN ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.

Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..

TUHAN SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIKU ANDAI Aku BISA KEMBALI..
Selengkapnya...

Rabu, 03 Maret 2010

Malu ah..

“Malu ah...” Begitu sering kita dengar orang bilang kalau harus tampil di depan umum. Sadarkah anda sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian. Orang-orang dengan sifat pemalu biasanya akan kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial.


Tapi bagi Anda yang memiliki sifat pemalu tak perlu berkecil hati. Ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh sifat ini. Rasa malu berpusat pada diri sendiri dicampur dengan rasa gugup. Paduan yang tak menyenangkan itu akan mempengaruhi fisik Anda dengan cara membajak ketenangan pikiran. Bagaimana mengatasinya? Ikutilah beberapa tips ini:

• Saat Anda bertemu kenalan baru atau dalam situasi yang membuat rasa percaya diri memudar pikirkan tentang saat anda berada diantara orang-orang yang telah dikenal. Saat Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan.

• Hindari terlalu memperhatikan diri sendiri. Anda boleh sedikit memikirkan tentang apa yang perlu diperbicangan tapi jangan terlalu terfokus pada kata-kata atau perasaan Anda. Dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.

• Jika anda akan tampil di depan umum, persiapkan bahan-bahan yang akan anda bicarakan/presentasikan. Jika anda akan berdoa di depan banyak orang, utarakan isi hati kepada Tuhan seperti anda sedang berbicara kepada teman. Hanya lihatlah situasi, jika doa untuk makan jangan anda bersyafaat kepanjangan.

• Jika anda bertemu seorang asing buat pertanyaan terbuka dengan menggunakan kata apa, bagaimana, mengapa, kapan, bilamana, dan di mana. Ingat orang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri. Temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda. Karena itu belum tentu sama persis dengan kenyataan yang ada.

• Berhentilah berpikir kalau Anda telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa. Nikmati waktu Anda. Bersikaplah relaks senantiasa. Ini akan membuat anda tidak malu ketika akan tampil dimuka umum.

• Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan dan pertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda. Jangan asal menjawab tanpa berpikir. Ini akan membuat anda lebih percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain atau suatu situasi tertentu.
Selengkapnya...

Selasa, 02 Maret 2010

Cinta mengubah hidup

Katanya sih Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi tidak mengenal ruang dan waktu. Cinta adalah sumber segalanya. Tanpa cinta kita tidak dapat menjadi rekan sekerja Tuhan (co-creator) karena Tuhan adalah kasih. Kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.

Sebuah kisah yang diceritakan oleh Jack Canfield dalam bukunya Chicken Soup for the Soul mengisahkan tentang seorang profesor di sebuah perguruan tinggi yang membawa kelas sosiologinya pergi mengunjungi pemukiman kumuh di kota Baltimore, Amerika Serikat guna memperoleh riwayat hidup dua ratus anak laki-laki. Ia menyuruh mahasiswanya menulis penilaian tentang masing-masing anak laki-laki tersebut. Dalam setiap kasus, mahasiswanya selalu menulis, ”Ia tidak punya peluang.”

Dua puluh lima tahun berselang, seorang profesor sosiologi yang lain menemukan hasil studi tersebut. Ia menugaskan mahasiswanya menindaklanjuti proyek itu untuk melihat apa yang terjadi terhadap para anak laki-laki itu. Kecuali 20 anak laki-laki yang telah pindah tempat tinggal atau meninggal, para mahasiswa menemukan bahwa 176 dari 180 orang yang tersisa ternyata meraih sukses besar sebagai pengacara, dokter, dan pengusaha.

Profesor tersebut terpesona dan memutuskan untuk mengungkap hal itu lebih jauh lagi. Untungnya, semua orang yang dulu kasusnya ditulis tersebut masih tinggal di wilayah yang sama sehingga ia dapat menanyai mereka masing-masing tentang bagaimana mereka menerangkan kesuksesan mereka. Dalam setiap kasus, jawaban selalu muncul dengan nuansa ”ini berkat seorang guru.” Guru tersebut masih hidup, jadi si profesor melacaknya dan menanyai perempuan yang sudah tua namun masih tetap waspada tentang rumus ajaib yang digunakannya untuk mendorong anak laki-laki itu keluar dari pemukiman kumuh menuju prestasi yang gemilang. Mata guru tersebut berseri-seri dan bibirnya menyunggingkan senyuman lembut. ”Sederhana saja,” katanya, ”saya mencintai anak-anak itu.” Maksudnya cinta mengubah hidup menjadi lebih baik.

Kisah di atas menunjukkan bahwa kekuatan kasih dapat membantu mewujudkan impian dan mengubah kehidupan seseorang. Banyak kisah lain dalam kehidupan kita sehari-hari yang mengajarkan kepada kita bahwa cinta dapat membuat seseorang berjuang dengan keras untuk mewujudkan impiannya. Bahkan kita sering mendengar bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta akan menjadi seorang yang mampu menemukan jati diri dan semakin sadar dengan kepribadiannya.

Banyak di antara kita berhasil mencapai impian kita dalam kehidupan karena kita dikelilingi oleh cinta, baik dari orangtua, pasangan hidup dan anak-anak, sahabat, teman, dan mereka semua yang kita cintai. Cinta membuat kita berani membayar betapa pun mahal harga (berupa kerja keras, penderitaan dan kegagalan, hebat ya….) untuk mewujudkan impian yang dapat membahagiakan mereka yang kita cintai itu.

Cinta terhadap sesuatu, termasuk pekerjaan atau hobi dapat mewujudkan sebuah prestasi yang gemilang dalam bidang pekerjaan atau hobi kita. Lakukan segala sesuatu dengan penuh rasa cinta, maka kita akan memperoleh hal-hal terbaik dalam bidang tersebut. Bekerja dengan penuh rasa cinta akan jauh berbeda dengan mereka yang bekerja karena uang semata. Jika kita mencintai apa yang kita kerjakan sehari-hari, kita dapat meraih hasil yang terbaik, memang tidak gampang butuh ketekunan, kerja keras, dan pengorbanan.

Semua orang yang sukses adalah mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan. Sebagai teladan kita lihat Warren Buffet, salah seorang terkaya di dunia. Pada suatu hari dalam sebuah seminar di Universitas Nebraska dia ditanya rahasia kesuksesannya. Dia menjawab bahwa apa yang dia lakukan tidak ada yang istimewa. ”Saya tidak berbeda dari Anda sekalian,” katanya. ”Jika ada, perbedaannya hanya bahwa saya bangun setiap pagi dan memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang saya cintai setiap harinya.”

Dengan melakukan apa yang kita cintai untuk orang-orang yang kita cintai, kita akan memperoleh hal-hal terbaik yang dapat ditawarkan kehidupan ini kepada kita. Intinya, cintai pekerjaan kita atau carilah pekerjaan yang kita cintai. Banyak orang sukses karena menekuni dan melakukan hal-hal yang mereka cintai dengan kesungguhan hati. Saya memiliki keyakinan kuat bahwa kekuatan cinta adalah prasyarat utama untuk mewujudkan impian kita. Tanpa cinta kita tidak memperoleh kekuatan untuk mewujudkannya. Cinta akan menumbuhkan iman atau keyakinan tentang sesuatu yang kita harapkan, sesuatu yang belum terwujud.

Memelihara Cinta dalam Keseharian? Bagaimana cara kita agar dapat memiliki cinta serta memeliharanya dalam kehidupan sehari-hari? Pertama, kita harus menyadari bahwa setiap manusia di dalam lubuk hatinya telah memiliki cinta yang merupakan wujud keberadaan Ilahi dalam dirinya. Dalam diri setiap manusia ada Roh Tuhan yang tinggal dan menetap, namun banyak dari kita tidak menyadari bahwa Roh Tuhan itulah yang memberi kita rasa cinta. Tuhan adalah manifestasi tertinggi dari cinta. Dengan menyadari keberadaan cinta dalam diri, kita dapat menggunakannya untuk mencapai hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

Kedua, dengan mendekati hadirat Tuhan setiap hari, baik melalui doa, pujian, penyembahan, dan meditasi. Agar pohon cinta dalam diri dapat terus tumbuh dan berkembang serta berbuah, kita harus selalu memelihara dan merawatnya. Cara terbaik untuk merawat pohon cinta dalam diri kita adalah dengan secara terus- menerus kita memasuki gelombang otak yang lebih rendah dan melakukan meditasi. Cara terbaik untuk memelihara cinta adalah dengan memelihara dan mengembangkan hubungan pribadi yang sangat indah dengan Tuhan.

Dengan tekun berdoa dan bermeditasi, kita dapat bertumbuh dan berkembang secara spiritual dan mampu mendengarkan suara Tuhan sebagai pemandu kita dalam setiap langkah kehidupan. Puncak hubungan yang indah dengan Tuhan adalah ketika kita bisa menemukan tujuan hidup kita sendiri dan kita bisa menjalani hidup ini dengan penuh keyakinan dan pengharapan. Jika kita sudah menemukan ke mana kita akan pergi, seluruh proses dalam perjalanan, yaitu kesulitan dan penderitaan, hanyalah bagian dari perjalanan kehidupan kita. Sehingga apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita terus melangkah dan melangkah untuk meraih impian dan tujuan hidup kita untuk menemukan Cinta dan kedamaian dalam diri.

Dalam sebuah acara di televisi yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, Nelson Mandela menceritakan bagaimana pengalamannya di penjara selama 27 tahun oleh rejim Apartheid. Penjara telah mengajarkan kepada dia untuk mengasihi para musuhnya. Selama dalam penjara Nelson Mandela akhirnya menemukan dirinya, dan mengalami transformasi diri dan perubahan karakter yang membuat dia menjadi rendah hati dan menemukan kedamaian. Puncak dari itu semua adalah ketika dia menemukan cinta yang sangat dalam kepada bangsanya, kepada negerinya, dan kepada sesama manusia.

Dengan kekuatan cinta itulah dia mampu mengubah negerinya, dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan menghormati hak asasi manusia tanpa memandang perbedaan warna kulit. Nelson Mandela menjadi legenda dunia modern karena kekuatan cintanya. Warren Buffet menjadi salah seorang terkaya di dunia karena cintanya. Masih banyak lagi teladan yang menunjukkan kepada kita bahwa mereka dapat mencapai hal-hal yang luar biasa dalam kehidupannya karena cinta. Kekuatan cinta adalah kekuatan yang terbesar dan terdahsyat yang diberikan Tuhan kepada kita manusia citranya. Gunakanlah dan wujudkanlah dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan memperoleh hal-hal terbaik yang menjadi impian dan tujuan hidup kita.

Namun selain itu manusia juga memiliki perasaan yang sangat sensitif, mudah tersinggung dan cepat marah, sehingga tidak jarang emosi kita meningkat ketika ada seseorang yang melontarkan kata-kata yang menyakiti hati dan perasaan kita atau melakukan suatu perbuatan yang tidak sepadan dengan keinginan kita. Hal inilah yang sering menyebabkan kita sebagai manusia tidak dapat merasakan cinta dan kasih dalam diri karena perasaan emosi, amarah, curiga lebih menguasai hati kita dibandingkan dengan perasaan cinta yang ada di dalam diri kita masing-masing. Agar kita dapat senantiasa merasakan cinta dan kasih dalam diri, kita harus lebih banyak menumbuhkan cinta kasih dibandingkan dengan emosi dan amarah yang cenderung melingkupi hati kita.

Hidup ini tidak akan terlalu berarti jika kita tidak memiliki kasih dalam hati kita. Mungkin kita dapat memiliki segala sesuatu yang kita inginkan, semua impian yang kita cita-citakan, namun jika kita tidak memiliki kasih, kita akan kehilangan segalanya.

Cinta timbul karena kita memiliki perasaan, untuk merasakan perasaan tersebut kita harus mengenal diri sendiri dan ingatlah bahwa untuk menemukan kedamaian dan kenyamanan dalam hidup kita, kita membutuhkan cinta dan cinta menginginkan kesederhanaan, ketulusan, kepolosan, kejujuran, kepercayaan, kekaguman, keindahan dan keyakinan. Semoga…..!!!
Selengkapnya...

Senin, 01 Maret 2010

Dua bayi dalam palungan

Kisah Nyata:

Pada tahun 1994, dua orang misionaris Amerika mendapat undangan dari Departemen Pendidikan Rusia untuk mengajar Moral dan Etika berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Mereka mengajar di penjara-penjara, kantor-kantor, departemen kepolisian, pemadam kebakaran dan di panti asuhan.

Panti Asuhan yang mereka kunjungi cukup besar dengan sekitar seratus anak laki-laki dan perempuan yatim piatu penghuninya. Mereka adalah anak-anak yang dibuang, ditinggalkan dan sekarang dirawat dalam program pemerintah.

Inilah kisah para misionaris tersebut:

"Waktu itu menjelang Natal 1994, saatnya anak-anak yatim piatu kita - untuk pertama kalinya - mendengarkan kisah Natal. Kami bercerita tentang Maria dan Yusuf, bagaimana setibanya di Bethlehem, mereka tidak mendapatkan penginapan hingga mereka akhirnya menginap di sebuah kandang hewan. Di kandang hewan itulah akhirnya Bayi Yesus lahir dan dibaringkan bunda-Nya dalam sebuah palungan.

Sepanjang kisah itu, anak-anak maupun pengurus panti asuhan begitu tegang; mereka terpukau dan takjub mendengarkan Kisah Natal. Beberapa anak bahkan duduk di tepi depan kursi seakan agar bisa lebih menangkap setiap kata. Selesai bercerita, setiap anak kami beri tiga potong kertas karton untuk membuat palungan. Mereka juga mendapat sehelai kertas persegi, sobekan dari kertas napkin kuning yang kami bawa. Anak-anak amat senang menerimanya karena di kota itu belum ada kertas berwarna.

Sesuai petunjuk, anak-anak mulai menggunting kertasnya dengan hati-hati lalu kemudian menyusun guntingan-guntingan kertas kuning sebagai jerami dipalungan. Potongan-potongan kecil kain flannel, yang digunting dari gaun malam seorang ibu Amerika yang telah meninggalkan Rusia, dipakai sebagai selimut bayi. Bayi kecil mirip boneka pun digunting dari lembaran felt yang kami bawa dari Amerika.


Semua anak sibuk menyusun palungannya masing-masing. Saya berjalan di antara mereka untuk melihat kalau-kalau ada yang membutuhkan bantuan. Semuanya tampak lancar dan baik-baik saja, hingga saya tiba di meja si kecil Misha. Misha adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun. Ia telah selesai mengerjakan proyeknya.

Ketika saya mengamati palungan bocah kecil ini, saya merasa terkejut bercampur heran. Ada dua bayi dalam palungan Misha. Cepat-cepat saya memanggil seorang penerjemah untuk menanyakan hal ini kepada Misha. Dengan melipat kedua tangannya di meja, dan sambil memandangi karyanya itu, Misha mulai mengulang Kisah Natal dengan amat serius.

Bagi anak sekecil dia, yang baru sekali saja mendengarkan Kisah Natal, ia menceritakan semua rangkaian kejadian dengan amat cermat dan teliti, hingga ia tiba pada bagian di mana Maria membaringkan Bayinya dalam palungan. Mulailah Misha bergaya. Ia membuat sendiri penutup akhir Kisah Natalnya. Katanya:

'Dan ketika Maria membaringkan Bayinya dipalungan, Bayi Yesus melihat aku. Ia bertanya apakah aku punya tempat tinggal. Aku katakan kepada-Nya bahwa aku tidak punya mama dan juga tidak punya papa, jadi aku tidak punya tempat tinggal. Kemudian Bayi Yesus mengatakan bahwa aku boleh tinggal bersama Dia. Tetapi aku katakan bahwa aku tidak bisa. Bukankah aku tidak punya apa-apa yang bisa kuberikan sebagai hadiah kepada-Nya seperti yang dihadiahkan orang-orang dalam kisah itu?

Tetapi aku begitu ingin tinggal bersama-Nya, jadi aku berpikir-pikir, "Apa ya, yang aku punya yang bisa dijadikan hadiah untuk-Nya." Aku pikir, barangkali kalau aku membantu membuat-Nya merasa hangat, itu bisa jadi hadiah yang bagus.

Jadi aku bertanya kepada Yesus, "Kalau aku menghangatkan-Mu, apakah itu bisa dianggap sebagai hadiah?" Dan Yesus menjawab, "Kalau kamu menjaga dan menghangatkan Aku, itu akan menjadi hadiah terindah yang pernah diberikan siapapun pada-Ku."

Demikianlah, aku menyusup masuk dalam palungan itu. Yesus memandangku dan berkata bahwa aku boleh kok tinggal bersama-Nya untuk selamanya.'

Saat si kecil Misha selesai bercerita, kedua matanya telah penuh air mata yang kemudian meleleh membasahi pipinya yang mungil. Wajahnya ia tutupi dengan kedua tangannya, kepalanya ia jatuhkan ke atas meja. Seluruh tubuh dan pundaknya berguncang hebat saat ia menangis dan menangis.

Yatim piatu yang kecil ini telah menemukan seseorang yang tak akan pernah melupakan serta meninggalkannya, yaitu seseorang yang akan tinggal bersamanya dan menemaninya - untuk selamanya."
Selengkapnya...