Selasa, 09 Maret 2010

Hidup intim dengan Tuhan

Selama saya berkeliling ke menara-menara doa di dalam masa puasa ini, ada 2 pesan Tuhan yang sangat kuat, yaitu:

1. Tentang keintiman dengan Tuhan
2. Tentang Kerajaan Allah

Tema yang Tuhan berikan adalah: "Aku datang segera!" Saudara harus hidup intim dengan Tuhan hari-hari ini. Ada beberapa alasan mengapa kita hidup intim dengan Tuhan, yaitu:

1. Mengasihi Tuhan.

Kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Ini adalah kuncinya! Kalau Saudara mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan, maka otomatis Saudara jadi intim dengan-Nya.

2. Intim dengan Tuhan.

Keintiman itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah dewasa. Artinya, kerohanian Saudara harus dewasa, menjadi orang Kristen yang dewasa. Menurut hukum di Indonesia, jika seseorang sudah mencapai umur 21 tahun, maka ia dinyatakan akil-baliq, sehingga tidak perlu perwalian lagi karena ia telah disebut dewasa.
Pesan Tuhan buat kita, yaitu supaya kita semua menjadi orang Kristen yang dewasa! Jangan jadi Kristen anak-anak yang setiap harinya hanya minum susu saja! Artinya, hanya menyukai Firman Tuhan yang ringan dan "lucu". Begitu Firman Tuhan yang disampaikan agak sedikit berat dan apalagi seperti menempelak dirinya, ia langsung berkata, "Tidak enak gereja di sini, saya pindah saja. Masa" orang disinggung-singgung terus. Siapa yang beritahu rahasia saya? Mengapa hamba Tuhan itu bisa tahu?"

Seorang Kristen yang dewasa, ketika menerima teguran dari Firman Tuhan, ia akan berkata, "Amin! Amin! ... Oh, Tuhan, saya mau berubah ... saya mau berubah!"

Seorang Kristen yang dewasa mempunyai karakter seperti prajurit. Sebab tidak ada seorang anak yang bisa menjadi prajurit, kecuali pemberontak-pemberontak di Afrika yang merekrut anak-anak kecil. Tetapi prajurit dari pemerintahan yang sah pastilah seorang yang telah dewasa!

Salah satu karakter dari seorang prajurit yang sedang berjuang adalah tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupan, dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Memang soal-soal penghidupan itu perlu kita perhatikan, tetapi kalau kita selalu memusingkan diri dengan hal-hal seperti itu, misalnya:

* "Besok saya makan apa?
* Anak saya bagaimana?
* 10 tahun lagi saya bagaimana?"

Dan itu terus yang menjadi perhatiannya, maka ia bukan seorang yang mempunyai karakter prajurit.

Padahal Tuhan sudah berkata, "Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Semua itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapa-mu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Karena itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, ... maka ('bonusnya') ... semuanya akan ditambahkan kepadamu!" (Matius 6:33)

Apakah Saudara masih ingat dengan prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang itu? Mari kita bersama-sama kembali merenungkannya. Bayangkan, prajurit Gideon yang jumlahnya hanya 300 orang ini akan berperang melawan bangsa Midian yang prajuritnya tangguh-tangguh.

Apakah Saudara masih ingat dengan prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang itu? Mari kita bersama-sama kembali merenungkannya. Bayangkan, prajurit Gideon yang jumlahnya hanya 300 orang ini akan berperang melawan bangsa Midian yang prajuritnya tangguh-tangguh.

Dikatakan bahwa prajurit-prajurit Midian membawa persenjataan yang lengkap seperti pedang, tombak dan panah. Sebaliknya prajurit Gideon ini senjatanya lebih luar biasa lagi, yaitu di tangan kanan memegang sangkakala dan di tangan kirinya memegang buyung kosong yang isinya hanya obor atau suluh.

Kemudian Gideon berkata, "Perhatikan aku! Lakukan apa yang aku lakukan!" Anehnya, satu pun dari prajuritnya tidak ada yang bertanya, "Waduh Gideon, apa ini tidak salah, masa berperang seperti ini?", tetapi sebaliknya mereka hanya berkata, "Siap!!!" Mungkin mereka tidak mengerti, tetapi mereka tetap berkata, "Siap!!!"... inilah karakter prajurit yang Tuhan mau.

Kemudian Gideon memberi perintah untuk meniup sangkakala. Ketika Gideon meniup sangkakala maka seluruh prajurit juga meniup sangkakala. Setelah itu mereka lalu memecahkan buyungnya sehingga muncullah suluhnya dan mereka berteriak, "Pedang demi Tuhan dan demi Gideon! Pedang demi Tuhan dan demi Gideon!" Selanjutnya apa yang terjadi? Dikatakan bahwa prajurit-prajurit Midian yang begitu kuat berteriak-teriak karena bingung dan ketakutan dan akhirnya lari semua! Orang Israel mengalami kemenangan! Haleluya!!!

Saudara yang dikasihi Tuhan, tuntunan Tuhan kebanyakan tidak masuk akal! Catat ini baik-baik! Gereja ini sekarang berumur 21 tahun, setiap bulan Tuhan memberikan tuntunan untuk disampaikan, sampai hari ini. Dan rata-rata tuntunan Tuhan itu tidak masuk akal. Pada waktu kita mau memasuki puasa ini, ada sesuatu yang luar biasa, yaitu:

* kita berpuasa selama 21 hari,
* dimulai pada tanggal 21 November, dan ini tidak dibuat-buat.
* selesai puasa tanggal 12 Desember (angka 21 yang dibalik),
* dan ini terjadi pada waktu umur gereja kita 21 tahun,
* serta ketika saya sudah mengunjungi Tanah Perjanjian sebanyak 21 kali.
* Dan yang luar biasa, setelah Daniel berpuasa 21 hari, dia bertemu dengan Tuhan dan Tuhan memberikan pengertian kepadanya tentang apa yang akan terjadi.

Saya ingat di tahun 2006, Tuhan katakan, "Tahun 2006, tahun mujizat dan tahun kesembuhan!" Pertama-tama kita hanya mengucapkannya dulu, dan belum terjadi apa-apa. Lewat satu bulan juga belum terjadi apa-apa, tetapi begitu masuk 1-2 bulan, orang-orang mulai berkata, "Eh, ngomong apa itu?" Ini memang resiko daripada sebuah visi.

Awalnya karena percaya maka kita perkatakan, tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan belum terjadi apa-apa, orang-orang mulai mempertanyakan; bahkan meragukan kebenaran dari visi yang diperkatakan itu. Tetapi apa yang terjadi? Kalau kita lihat hari ini, apa yang Tuhan katakan itu benar-benar sudah terjadi!

Saudara, jangan sampai kehilangan momentum yang seperti ini. Sebab janji Tuhan pasti ya dan amin! Saudara akan dipulihkan dan akan mengalami kelimpahan. Tetapi nanti ketika dituntun dan Saudara "miss" dalam hal ini, maka itu tidak akan terjadi. Tetapi kalau Saudara intim dengan Tuhan, Saudara akan tahu dan berkata, "Mengapa seperti ini, Tuhan? Tetapi karena Engkau yang mengatakannya, aku akan tetap lakukan!" Orang yang seperti inilah yang akan mengalami apa yang Tuhan janjikan!

Ketika bulan September tahun 2008 resesi ekonomi dan keuangan mulai melanda dunia, Tuhan justru berkata sebaliknya, "Tahun 2009, Tahun Mujizat dan Tahun Kesembuhan Yang Kreatif! Percayakah engkau akan hal ini?"

Dan ternyata memasuki tahun 2010 ini dunia mulai digoncang lagi. Institusi keuangan 'Dubai World' yang tadinya disangka begitu kuat, tiba-tiba goyang juga dan entah bagaimana selanjutnya. Mungkin itu hanya sebagai salah-satu contoh dan kita tidak tahu apa lagi yang akan goyang selanjutnya. Selanjutnya Tuhan berkata, "Sekali lagi, Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, tetapi langit juga!" Tuhan sedang mau menggocang-goncang, tetapi di tengah-tengah goncangan itu Dia berkata, "Tahun 2010, Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan!! Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan! Percayakah engkau akan hal ini?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar