Rabu, 24 Maret 2010

Kasih Bapa

Seorang anak laki-laki yang sangat nakal, suatu hari oleh orang tuanya dimasukkan ke sebuah gudang gelap sebagai hukumannya, supaya menjadi jera. Tapi tangisnya sangat memilukan hati, karena ketakutan berada dalam gudang besar yang gelap seorang diri. Ketika sang ayah akan segera mengakhiri hukumannya karena tidak sampai hati, hal itu tidak disetujui oleh isterinya yang lebih tegas dan tabah, “Supaya benar-benar jera, kita bertahan saja.” Tapi hati sang ayah merasa sangat tidak nyaman dan tidak tahan mendengar ratapan puteranya itu, lalu katanya:”Baiklah aku tidak akan membebaskan dia, aku hanya akan mendampingi saja!” Lalu pergilah dia ke gudang membawakan sedikit roti dan air minum. Begitu sang ayah masuk ke dalam gudang langsung dipeluk erat-erat oleh puteranya, dan tak ada tangisan lagi sebab rasa takutnya sudah hilang. Setelah makan roti dan minum air, ia pun tertidur di pangkuan ayahnya. Ke depan nanti diharapkan anak ini bisa berkurang nakalnya, dan lebih memperhatikan nasehat orang tuanya.

Apakah kita bisa membayangkan kebahagiaan anak itu ketika dijenguk, bahkan kemudian didampingi oleh ayahnya? Seketika segala ketakutannya sirna sebab kehadiran ayahnya mempunyai makna yang sangat besar, yaitu bahwa oleh ayahnya ia diperhatikan, dihargai, dikasihi! Kalau sudah begitu, tak ada lagi ketakutan terhadap apa dan siapapun. Demikianlah seharusnya kita selaku anak Bapa. Setelah menghayati betapa besar kasih Bapa kepada kita, maka tak ada lagi rasa takut terhadap siapa dan apapun dalam hidup ini. Oleh Bapa, karena Bapa dan bersama Bapa hidup kita dilambari atau didasari oleh sukacita yang meresap dan mantap! Bapa lalu menjadi yang utama dalam segala aspek kehidupan kita. Sebagaimana Bapa telah memperhatikan kita dan telah menunjukkan kasihNya yang luar biasa, maka tiba giliran kita untuk berbuat yang sama terhadap Bapa. Ketika merasakan kasihNya kita berbahagia, ketika dapat melakukan yang dikehendaki olehNya, kebahagiaan kitapun berlipat ganda!



MET BERAKTIFITAS^^GBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar