Banyak orang kebingungan bagaimana menghadapi stres yang dialaminya. Mereka lari ke sana ke mari, mencari jalan keluar tapi tidak menemukan. Sebenarnya bagaimanakah menghadapinya?
Ketika Paulus dan kawan-kawan bertolak ke Roma Italia dalam rangka memperjuangkan perkaranya di hadapan Kaisar Roma, di perjalanan ia dikawal oleh seorang perwira. Mereka naik kapal laut menuju Roma. Sewaktu akan bertolak dari suatu pelabuhan Paulus mengingatkan agar perwira itu tidak melanjutkan perjalanan karena ada mara bahaya di depan. Tapi si perwira lebih mendengar nasihat nakhoda dari pada nasihat Paulus. Apalagi saat itu angin sepoi-sepoi berhembus tanda cuaca baik. Maka bertolaklah mereka, tak disangka beberapa saat kemudian datanglah angin badai yang luar biasa. Mereka terombang ambing di tengah laut selama berhari-hari.
Betapa banyak orang Kristen yang tidak mau mengikuti perintah Tuhan atau nasihat hamba Tuhan. Semuanya dianggap angin lalu. Padahal nasihat hamba Tuhan itu hendak menghindarkannya dari bencana. Nanti sudah bermasalah baru datang minta di doakan. Ini terlambat. Justru sebelum melangkah nasihat itulah yang harus didengar.
Ketika orang keluar dari firman Tuhan maka ia akan mengalami tekanan yang besar dalam hidupnya. Stres berkepanjangan akan dihadapinya. Karena rencana Tuhan yang paling baik dan sempurna. Kalau itu dilanggar so pasti hidup dalam bencana. Meskipun demikian dalam Kisah Rasul 27 seperti kisah di atas kita bisa menemukan beberapa langkah untuk keluar dari tekanan yang begitu besar dalam kehidupan. Apa sajakah itu?
1. Saat ada problem menyerah kepada Tuhan
Ketika angin besar melanda kapal yang ditumpangi Paulus dalam Kisah 27:17 itu, maka mereka akhirnya menyerah karena tidak bisa menguasai kapal lagi. Sikap menyerah ini penting kita terapkan dalam hati. Karena saat kita menyerah maka pertolongan akan datang. Menyerahlah kepada Tuhan, angkatlah tangan dan hati anda. Katakanlah, ”Tuhan saya tidak mampu. Saya hanya bersandar padaMu.” Alkitab bilang, orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru.
2. Saat ada tekanan buanglah beban
Meski sudah menyerah, saat tekanan datang, masih ada lagi hal yang perlu dilakukan yakni membuang beban. Dalam Kisah 27:18 para awak kapal membuang kelebihan muatan ke laut. Muatan dan beban apa yang masih anda pikul? Apakah itu dendam, obsesi yang terlalu tinggi, sikap penuh kritik, ketidaksetiaan, kepahitan, amarah, kebencian, dosa, perbuatan yang tidak benar, semua itu beban yang harus anda tinggalkan untuk mendapatkan kelepasan dari Tuhan.
Hal yang lain adalah dalam Kisah 27:19 dikatakan para awak kapal juga membuang alat-alat kapal. Padahal ini adalah sangat penting bagi sebuah kapal. Saat anda mengalami masalah besar dan stres berkepanjangan anda dituntut untuk membuang segala hal yang anda rasa penting dalam hidup. Yang hanya perlu anda lakukan adalah menyerah kepada Tuhan. Selama ini anda mungkin lebih berharap pada manusia, pengalaman sendiri atau kemampuan diri sendiri. Alkitab bilang terkutuklah orang yang mengandalkan diri sendiri dan orang lain tapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.
3. Saat ada problem besar utamakan manusia
Dalam kisah 27:22 Paulus katakan saat mereka hadapi angin dan badai karena tidak mengikuti sarannya itu maka kapal akan hancur tapi semua manusia selamat. Jika anda menghadapi problem dalam usaha, rumah tangga atau pekerjaan maka utamakanlah manusia, orang di sekitar anda daripada pekerjaan. Usaha bisa dicari tapi hubungan antar keluarga tidak bisa digantikan. Pekerjaan bisa didapat kembali tapi hubungan keluarga tidak bisa digantikan. Harta benda bisa dicari tapi hubungan baik sukar dipulihkan kalau sudah hancur. Utamakanlah manusia. Kasihilah orang-orang. Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri. Inilah yang harus kita lakukan untuk keluar dari tekanan. Keluarga adalah harta terbesar yang kita punya di dunia ini.
Jadi saat tekanan datang menghimpit anda menyerahlah kepada Tuhan, buanglah beban-beban anda dan kasihilah sesamamu. Inilah yang akan melepaskan anda dari tekanan hidup dan membawa anda pada kemenangan.
Ketika Paulus dan kawan-kawan bertolak ke Roma Italia dalam rangka memperjuangkan perkaranya di hadapan Kaisar Roma, di perjalanan ia dikawal oleh seorang perwira. Mereka naik kapal laut menuju Roma. Sewaktu akan bertolak dari suatu pelabuhan Paulus mengingatkan agar perwira itu tidak melanjutkan perjalanan karena ada mara bahaya di depan. Tapi si perwira lebih mendengar nasihat nakhoda dari pada nasihat Paulus. Apalagi saat itu angin sepoi-sepoi berhembus tanda cuaca baik. Maka bertolaklah mereka, tak disangka beberapa saat kemudian datanglah angin badai yang luar biasa. Mereka terombang ambing di tengah laut selama berhari-hari.
Betapa banyak orang Kristen yang tidak mau mengikuti perintah Tuhan atau nasihat hamba Tuhan. Semuanya dianggap angin lalu. Padahal nasihat hamba Tuhan itu hendak menghindarkannya dari bencana. Nanti sudah bermasalah baru datang minta di doakan. Ini terlambat. Justru sebelum melangkah nasihat itulah yang harus didengar.
Ketika orang keluar dari firman Tuhan maka ia akan mengalami tekanan yang besar dalam hidupnya. Stres berkepanjangan akan dihadapinya. Karena rencana Tuhan yang paling baik dan sempurna. Kalau itu dilanggar so pasti hidup dalam bencana. Meskipun demikian dalam Kisah Rasul 27 seperti kisah di atas kita bisa menemukan beberapa langkah untuk keluar dari tekanan yang begitu besar dalam kehidupan. Apa sajakah itu?
1. Saat ada problem menyerah kepada Tuhan
Ketika angin besar melanda kapal yang ditumpangi Paulus dalam Kisah 27:17 itu, maka mereka akhirnya menyerah karena tidak bisa menguasai kapal lagi. Sikap menyerah ini penting kita terapkan dalam hati. Karena saat kita menyerah maka pertolongan akan datang. Menyerahlah kepada Tuhan, angkatlah tangan dan hati anda. Katakanlah, ”Tuhan saya tidak mampu. Saya hanya bersandar padaMu.” Alkitab bilang, orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru.
2. Saat ada tekanan buanglah beban
Meski sudah menyerah, saat tekanan datang, masih ada lagi hal yang perlu dilakukan yakni membuang beban. Dalam Kisah 27:18 para awak kapal membuang kelebihan muatan ke laut. Muatan dan beban apa yang masih anda pikul? Apakah itu dendam, obsesi yang terlalu tinggi, sikap penuh kritik, ketidaksetiaan, kepahitan, amarah, kebencian, dosa, perbuatan yang tidak benar, semua itu beban yang harus anda tinggalkan untuk mendapatkan kelepasan dari Tuhan.
Hal yang lain adalah dalam Kisah 27:19 dikatakan para awak kapal juga membuang alat-alat kapal. Padahal ini adalah sangat penting bagi sebuah kapal. Saat anda mengalami masalah besar dan stres berkepanjangan anda dituntut untuk membuang segala hal yang anda rasa penting dalam hidup. Yang hanya perlu anda lakukan adalah menyerah kepada Tuhan. Selama ini anda mungkin lebih berharap pada manusia, pengalaman sendiri atau kemampuan diri sendiri. Alkitab bilang terkutuklah orang yang mengandalkan diri sendiri dan orang lain tapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.
3. Saat ada problem besar utamakan manusia
Dalam kisah 27:22 Paulus katakan saat mereka hadapi angin dan badai karena tidak mengikuti sarannya itu maka kapal akan hancur tapi semua manusia selamat. Jika anda menghadapi problem dalam usaha, rumah tangga atau pekerjaan maka utamakanlah manusia, orang di sekitar anda daripada pekerjaan. Usaha bisa dicari tapi hubungan antar keluarga tidak bisa digantikan. Pekerjaan bisa didapat kembali tapi hubungan keluarga tidak bisa digantikan. Harta benda bisa dicari tapi hubungan baik sukar dipulihkan kalau sudah hancur. Utamakanlah manusia. Kasihilah orang-orang. Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri. Inilah yang harus kita lakukan untuk keluar dari tekanan. Keluarga adalah harta terbesar yang kita punya di dunia ini.
Jadi saat tekanan datang menghimpit anda menyerahlah kepada Tuhan, buanglah beban-beban anda dan kasihilah sesamamu. Inilah yang akan melepaskan anda dari tekanan hidup dan membawa anda pada kemenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar